KOMPAS.com- Xabi Alonso mengaku sudah melupakan pengalaman kurang menyenangkan selama menangani Real Madrid.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan masa sulit tersebut kini menjadi pelajaran berharga untuk menjalani tantangan baru bersamaChelsea.
Alonso sempat menanganiReal Madridsetelah sukses besar bersama Bayer Leverkusen.
Namun, karierXabi Alonsodi Santiago Bernabeu hanya berlangsung sekitar tujuh bulan sebelum berakhir usai kekalahan dari Barcelona pada final Supercopa de Espana pada Januari lalu.
Selama berada di Real Madrid, Alonso juga dikaitkan dengan kabar kurang harmonis bersama beberapa pemain senior, termasuk Vinicius Junior.
Meski demikian, pelatih berusia 44 tahun itu menegaskan dirinya telah bangkit dari pengalaman tersebut.
"Untungnya tidak terlalu banyak bekas luka dalam karier saya," kata Alonso kepada wartawan saat membuka tur pramusim Chelsea di Australia, dilansir dari laporanESPN, Minggu (2/8/2026).
"Jadi, oke, saya mendapat bekas luka, tetapi ini akan sembuh. Sekarang sudah sembuh, dan saya sangat termotivasi dan bertekad untuk menikmati langkah selanjutnya ini seperti yang saya lakukan ketika saya memulai di Madrid," imbuhnya.
Baca juga:Chelsea Rekrut Bek Perancis Jebolan Piala Dunia 2026, Skuad Xabi Alonso Kian Lengkap
Alonso mengaku tetap mengambil banyak pelajaran selama menangani Real Madrid.
Ia melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari strategi permainan hingga cara mengelola para pemain.
Menurut mantan gelandang Timnas Spanyol tersebut, hasil akhir memang tidak sesuai harapan.
Oleh karena itu, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk berkembang.
Baca juga:Terpikat Filosofi Xabi Alonso, Morgan Rogers Tak Sabar Duet dengan Palmer
"Melihat ke belakang, saya mengambil hal-hal positif dan hal-hal yang tidak berhasil," katapelatih Chelseaitu.
"Saya sangat kritis terhadap diri sendiri, memikirkan apa yang bisa saya lakukan lebih baik karena hasilnya tidak sesuai harapan."
"(Dalam hal positif) ada banyak pengalaman, adaptasi yang harus saya lakukan, beberapa hal yang berhasil dan beberapa hal yang tidak berhasil dalam hal permainan, dalam hal manajemen pemain. Ini adalah campuran dari segalanya."