Wout Weghorst memberikan reaksi pertama atas belum datangnya panggilan Xavi

Wout Weghorst memberikan reaksi pertama atas belum datangnya panggilan Xavi

Wout Weghorst tidak masuk dalam skuad pertama tim nasional Belanda di bawah pelatih Xavi. Striker FC Twente berusia 34 tahun itu sudah sedikit memperkirakan ketidakhadirannya dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa karier internasionalnya kini telah berakhir.

Wout Weghorst tidak masuk dalam skuad pertama tim nasional Belanda di bawah pelatih Xavi. Striker FC Twente berusia 34 tahun itu sudah sedikit memperkirakan ketidakhadirannya dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa karier internasionalnya kini telah berakhir.

Weghorst menjalani debut untuk timnas Belanda pada 2018 melawan Inggris dan sejak itu telah mencatatkan 53 caps. Dalam periode itu, penyerang senior tersebut mencetak empat belas gol dan tampil di dua Piala Dunia serta dua Piala Eropa.

Absennya dia sekarang dari skuad Xavi tidak sepenuhnya mengejutkan bagi Weghorst. “Saya memang sudah sedikit merasakan itu,” kata Weghorst kepadaRTV Oost. “Skuad sementara diumumkan sekitar dua atau tiga pekan lalu dan saya tahu saya tidak ada di dalamnya. Jadi dalam beberapa pekan terakhir saya tetap melakukan segala yang saya bisa,” ujarnya sambil tersenyum. “Tapi tidak, saya tidak masuk.”

Sang penyerang bisa sedikit memahami keputusan pelatih baru itu. “Usia Anda bertambah, 34 tahun. Pelatih baru, mungkin generasi baru. Di Piala Dunia saya memang merasa itu bisa jadi kesempatan terakhir saya. Dalam sepak bola Anda tidak pernah tahu, sekarang saya tidak masuk, kita lihat saja ke depannya.”

Weghorst menegaskan bahwa dia sendiri tidak akan pernah menutup pintu ke tim nasional Belanda. “Saya tidak akan pernah menolak.”

“Membela negara Anda adalah kebanggaan terbesar. Saya tahu saya punya nilai. Jika mereka sekarang memilih untuk mengisinya dengan cara berbeda, itu sepenuhnya hak mereka. Saya akan selalu siap untuk tim nasional Belanda.”

Sang striker pun menunggu apakah di masa depan dia masih akan kembali dipanggil. “Mungkin nanti saya akan sangat dirindukan lagi, dan mungkin juga sama sekali tidak. Kalau begitu, itu pertanda baik bahwa keadaan negara kita berjalan sangat baik. Dan bahwa mungkin di masa depan kami bisa sangat sukses.”