Apa yang terjadi usai laga?
Kemenangan dramatis yang diraih Al Ahli Saudi atas Al Fayha dengan skor 3-2 ternyata tidak cukup untuk meredam kemarahan para suporter "Al Raqi", setelah mereka melontarkan teriakan menentang pelatih asal Belanda Marino Pusic, dengan menggemakan slogan "Pusic Out" selama pertandingan yang mempertemukan kedua tim pada Senin malam, dalam lanjutan laga pekan kesepuluh Liga Roshn Saudi.
Baca juga: Transaksi miliaran menyulut Al Nassr: Ronaldo mendekati kepemilikan 20% saham klub!
Teriakan ini muncul meski Al Ahli berhasil memastikan kemenangan dalam duel yang menegangkan, yang menyaksikan ketajaman pemain Ukraina Artem Bondarenko yang mencetak dua gol, di samping gol Firas Al Buraikan dari titik penalti, sehingga tim meraih tiga poin penting. Sementara itu, perdebatan tentang penampilan sang pelatih dan kemampuannya memimpin tim untuk memenuhi harapan para suporternya terus berlanjut.
Teriakan "Pusic Out" mencerminkan berlanjutnya ketidakpuasan di kalangan sebagian suporter Al Ahli, yang menilai bahwa meraih kemenangan saja tidak cukup untuk mengakhiri perdebatan soal level teknis tim, terutama dengan harapan mereka akan tampilan yang lebih meyakinkan dan stabil sepanjang kompetisi musim ini.
Kritik dari para suporter terhadap Pusic bukanlah hal baru, karena ia sebelumnya sudah pernah mendapat cemoohan dan teriakan yang menuntut kepergiannya dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, bahkan pada momen-momen ketika Al Ahli meraih hasil positif. Berulangnya pemandangan ini menunjukkan bahwa hubungan antara sang pelatih dan sebagian tribune masih tegang, meski tim berusaha menjawabnya di dalam lapangan.
Pusic menghadapi tantangan berupa mengubah kemenangan menjadi titik tolak menuju pemulihan kepercayaan para suporter, terutama karena Al Ahli dinanti oleh agenda lokal dan kontinental yang menuntut kestabilan teknis dan hasil yang berkelanjutan.
Di antara kegembiraan kemenangan atas Al Fayha dan teriakan yang menuntut kepergiannya, sang pelatih keluar dengan pesan yang jelas bahwa meraih poin tidak secara otomatis mengakhiri perdebatan yang berlangsung seputar masa depannya bersama "Al Raqi".