UEFA Tetap Buka Opsi Boikot Piala Dunia meski FIFA Batal Jual Saham

UEFA Tetap Buka Opsi Boikot Piala Dunia meski FIFA Batal Jual Saham

KOMPAS.com -Ancaman pemboikotan kompetisi garapan FIFA, termasuk ajang paling bergengsi Piala Dunia, rupanya masih diserukan oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa, UEFA.

KOMPAS.com -Ancaman pemboikotan kompetisi garapan FIFA, termasuk ajang paling bergengsi Piala Dunia, rupanya masih diserukan oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa, UEFA.

UEFAbersikukuh mempertahankan opsi boikot walaupun rencana kontroversial terkait penjualan saham komersial turnamen kepada pihak swasta telah ditarik kembali.

Sikap tegas UEFA ini didasari oleh belum dipenuhinya tuntutan utama mereka.

"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya," demikian pernyataan UEFA dikutip dariAntara, Jumat (7/8/2026).

"Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi."

Baca juga:UEFA Tekan FIFA, Gianni Infantino Disebut Telah Ingkar Janji

Lebih lanjut, ditariknya rencana komersialisasi tersebut nyatanya tak lantas memadamkan kekecewaan UEFA.

Mereka menilai langkah mundur itu masih belum cukup untuk memulihkan rasa percaya organisasi terhadap kepemimpinan PresidenFIFA,Gianni Infantino.

Jauh sebelum ini, konfederasi sepak bola Eropa itu secara terbuka telah menyuarakan hilangnya kepercayaan terhadap Infantino.

Kekecewaan ini berpangkal pada rencana pembentukanFIFA Forward Enterprise, sebuah kesepakatan yang dinilai tidak transparan dan diracik secara tertutup.

Perusahaan tersebut sedianya dipersiapkan secara khusus untuk melepas sekitar 20 persen kepemilikan saham komersial dari ajang sepak bola terbesar antarnegara tersebut ke tangan investor.

Proposal investasi raksasa yang ditaksir bernilai hingga 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 358,2 triliun) ini pun langsung memicu gelombang penolakan yang masif.

Baca juga:UEFA Kehilangan Kepercayaan ke Gianni Infantino, Desak FIFA Berbenah

Merespons derasnya penolakan, induk organisasi sepak bola dunia itu akhirnya melayangkan permintaan maaf.

Melalui korespondensi resmi yang ditujukan kepada Dewan FIFA beserta seluruh asosiasi anggota, mereka mengakui adanya kesalahan langkah dalam proses penyusunan proposal dan menyadari bahwa pendekatannya seharusnya dilakukan dengan cara yang jauh berbeda.

Langkah pengakuan salah tersebut kemudian disusul dengan pembatalan proposal secara menyeluruh.

Kendati demikian, pernyataan sikap paling mutakhir dari federasi sepak bola Eropa membuktikan bahwa pencabutan proposal belum menjadi titik akhir dari konflik ini.

Baca juga:Piala Dunia Bukan untuk Dijual, UEFA Tolak Rencana Investor Swasta FIFA

Ketegangan antara kedua belah pihak dipastikan masih akan berlanjut.

UEFA tetap teguh pada pendiriannya dan tidak akan mengubah sikap sampai FIFA memenuhi seluruh syarat mutlak yang telah mereka ajukan.