UEFA Tekan FIFA, Gianni Infantino Disebut Telah Ingkar Janji

UEFA Tekan FIFA, Gianni Infantino Disebut Telah Ingkar Janji

KOMPAS.com- Organisasi sepak bola tertinggi Eropa, UEFA disebut mulai hilang kepercayaan pada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

KOMPAS.com- Organisasi sepak bola tertinggi Eropa, UEFA disebut mulai hilang kepercayaan pada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Munculnya kabar soal rencana PresidenFIFA,Gianni Infantinountuk menjual sebagian kepemilikan komersialPiala Duniakepada investor privat menuai polemik.

Kini, organisasi sepak bola Eropa (UEFA) kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino sebagai Presiden FIFA.

Dilansir dariDaily Mail, UEFA memang sempat memuji keputusan FIFA yang membatalkan rencana penjualan sebagian besar kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor.

Sebelumnya, tekanan terus melanda FIFA usai munculnya rencana penjualan hak komersial Piala Dunia senilai 3,1 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar 55 triliun rupiah) kepada investor yang dipimpin oleh Josh Kushner.

Joshua Kushner diketahui memiliki hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia merupakan adik dari menantu Donald Trump, yakni Jared Kushner.

Baca juga:FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia Usai Dicecar Seluruh Dunia

"UEFA menyambut baik keputusan FIFA untuk membatalkan rencananya menjual sebagian kepemilikan atas kompetisi-kompetisinya, termasuk Piala Dunia kepada pihak swasta," ungkap perwakilan UEFA.

"Usulan tersebut ditolak secara bulat oleh asosiasi nasional anggota UEFA serta berbagai federasi dan konfederasi dari berbagai skala di seluruh dunia, yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi sepak bola."

"UEFA menyampaikan terima kasih kepada seluruh penggemar, liga, klub, pemain, individu, asosiasi, dan konfederasi yang menentang rencana tersebut, serta kepada banyak Perdana Menteri, Kepala Negara, dan komentator yang telah menunjukkan kepada Presiden FIFA bahwa sepak bola tidak untuk diperjualbelikan," imbuh mereka.

Secara gamblang, UEFA mengungkap bahwa mereka akan melakukan refleksi dalam beberapa pekan ke depan, terutama soal kepemimpinan Infantino.

"Kita semua tidak bisa terus-menerus seperti ini dengan skema rahasia yang dipaksakan dalam tenggat waktu singkat, dirancang oleh pihak-pihak tak dikenal, dan yang manfaatnya bagi dunia sepak bola patut dipertanyakan."

Baca juga:Infantino Tunduk, Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia Resmi Batal

"Kita harus mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan meminta pertanggungjawaban mereka."

"Sudah sepatutnya jika dalam beberapa hari dan minggu mendatang, UEFA bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi anggotanya serta menjalin kerja sama erat dengan konfederasi lain untuk mengevaluasi bagaimana hal ini bisa terjadi dan menyusun rencana guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali."

"Evaluasi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan mendasar. Tidak boleh ada opsi yang dikesampingkan. Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya telah kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga kepercayaan banyak anggota lain dalam keluarga besar sepak bola," imbuh UEFA.

Selain itu, UEFA mengaku bahwa kepemimpinan di dalam FIFA mesti transparan dan mereka mesti membantu pengembangan sepak bola tanpa terkecuali.