UEFA tetap berpegang pada boikot yang telah diumumkan terhadap semua kompetisi FIFA, meski Presiden FIFA Gianni Infantino telah meminta maaf. Federasi sepakbola Eropa itu menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa syarat-syarat yang sebelumnya diajukan masih belum dipenuhi.
UEFA menuntut agar rencana investasi kontroversial FIFA ditarik sepenuhnya. Selain itu, federasi tersebut juga meminta jaminan bahwa upaya serupa untuk mereformasi hak komersial seputar turnamen-turnamen besar akan dicegah pada masa depan.
“Asosiasi-asosiasi anggota UEFA sudah sangat jelas mengenai syarat-syarat terkait tidak ikut serta dalam kompetisi FIFA,” tulis federasi Eropa itu. Menurut UEFA, badan sepakbola dunia tersebut belum memberikan tanggapan yang memadai terhadap hal itu.
“Syarat-syarat ini belum dipenuhi,” lanjut pernyataan tersebut. “Selain itu, UEFA pada hari Sabtu telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sikap itu tetap tidak berubah.”
Boikot tersebut berlaku untuk semua Piala Dunia putra dan putri, serta juga mencakup Piala Dunia Antarklub. Keputusan itu bisa segera menimbulkan konsekuensi besar, karena pada 5 September Piala Dunia Wanita U-20 dimulai di Polandia dan negara-negara Eropa juga ambil bagian di sana.
Pada hari Rabu, dalam sebuah rapat darurat di Rabat, Infantino menyampaikan permintaan maaf atas jalannya peristiwa tersebut. Meski begitu, rencana FIFA yang kini telah ditarik untuk mengatur hak komersial seputar Piala Dunia dengan cara berbeda telah sangat melemahkan posisinya.
Bukan hanya UEFA yang menentang usulan tersebut. Federasi Amerika Utara dan Tengah, CONCACAF, serta federasi Asia, AFC, juga menolak rencana badan sepakbola dunia itu.
Baik UEFA maupun KNVB kini telah menyebut situasi ini sebagai retaknya kepercayaan terhadap presiden FIFA berusia 56 tahun tersebut. Serbia, Swedia, dan Wales juga telah menarik dukungan mereka untuk kemungkinan terpilihnya kembali Infantino pada 2027.