UEFA memulai langkah untuk menggulingkan Infantino, 3 kandidat siap menggantikannya

UEFA memulai langkah untuk menggulingkan Infantino, 3 kandidat siap menggantikannya

Tekad Eropa untuk Mengganti Presiden FIFA

Tekad Eropa untuk Mengganti Presiden FIFA

Masa depan Gianni Infantino, presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), semakin diliputi keraguan setelah dia menarik diri dari proyek "FIFA Forward Enterprise" yang bertujuan membentuk sebuah entitas komersial baru yang sebagian didanai oleh dana investasi swasta, dengan imbalan pemberian dana sebesar 40 juta dolar kepada setiap federasi anggota yang bergabung.

Menurut jaringantalkSPORT, penarikan diri Infantino terjadi setelah dia mengakui bahwa proyek tersebut "menciptakan perpecahan", menyusul ancaman Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk memboikot turnamen-turnamen FIFA jika proyek itu tetap berjalan.

Lahir Mati: Infantino Tarik Proyek Kontroversialnya usai Badai Kritik

Resmi: Barcelona Umumkan Transfer Penyerang Cemerlang

Laporan itu menyebutkan bahwa Infantino juga kehilangan dukungan investor Joshua Kushner dan bank JP Morgan dalam waktu 48 jam, sementara penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro mengundurkan diri, dan direktur eksekutif operasional Kevin Lamour menuduh presiden FIFA telah "menipu para pegawai".

Di sisi lain, presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tengah membahas kemungkinan meminta federasi-federasi Eropa yang telah memberikan dukungan tertulis kepada Infantino, yang diperkirakan berjumlah lebih dari 40 federasi, untuk menarik dukungan tersebut.

Sejumlah pejabat penting di dalam Federasi Sepak Bola Inggris (FA) yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan identitasnya juga membahas kemungkinan menarik dukungan resmi mereka kepada Infantino, setelah federasi tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyerukan "peninjauan menyeluruh dan tegas terhadap kepemimpinan serta tata kelola FIFA, guna memastikan pengelolaan sepak bola dunia secara transparan, demi kepentingan seluruh 211 federasi anggota dan untuk jangka panjang".

Laporan itu menjelaskan bahwa Federasi Jerman masih menentang pemilihan kembali Infantino, sementara federasi Norwegia, Polandia, Prancis, Swedia, Belgia, Kanada, Meksiko, dan Yordania bersiap menggelar pertemuan untuk menentukan sikap mereka.

Mengenai pemilihan presiden FIFA, laporantalkSPORTmengisyaratkan adanya dorongan kuat di dalam UEFA untuk tidak mengizinkan Infantino mencalonkan diri kembali dalam pemilihan 2027, atau setidaknya berupaya mengalahkannya jika dia ikut dalam persaingan tersebut.

UEFA memiliki 55 suara, sedangkan setiap kandidat membutuhkan 106 suara untuk menang pada putaran kedua, sementara kemenangan pada putaran pertama membutuhkan mayoritas dua pertiga, yakni 141 suara.

Laporan itu menyebutkan bahwa presiden CONCACAF, warga Kanada Victor Montagliani, memiliki ambisi untuk menduduki kursi presiden FIFA, dan mengutip seorang sumber dekatnya yang mengatakan: "Dia selalu fokus pada pemilihan kembali dirinya di CONCACAF tahun depan, dan menariknya, suara CONCACAF dan UEFA bila digabungkan (96 suara) hanya membutuhkan tambahan 10 suara lagi untuk memenangkan kursi presiden FIFA".

Sejumlah federasi UEFA mendukung pencalonan Nasser Al-Khelaifi untuk kursi presiden FIFA, meskipun sebuah sumber dekat presiden Paris Saint-Germain itu menegaskan bahwa dia "tidak memiliki ambisi apa pun" untuk ikut dalam pemilihan, sementara sekretaris jenderal FIFA, Mattias Grafström, menjadi salah satu nama yang santer disebut sebagai calon pengganti Infantino.