Michael Carrickmasih dipercaya menduduki posisi manajerManchester Unitedmeski sudah puasa kemenangan dalam delapan laga terakhir. Selain belum mendapat kandidat yang dirasa tepat, faktor finansial juga jadi alasan.
Carrick menjadi sorotan usai MU dihajar Bournemouth 0-3 di Premier League akhir pekan lalu, yang menjadi kekalahan keenam dari 12 laga di seluruh ajang musim ini. Banyak yang memprediksi ia akan dicopot dari jabatannya setelah laga itu.
Namun Carrick diberitahu pada Selasa (27/10) lalu bahwa ia akan dipertahankan,paling tidak sampai laga melawan Chelseadi Premier League akhir pekan ini. Sehari sebelumnya,The Athleticmelaporkan direksi MU telah melakukan rapat daring terkait masa depan pelatih 45 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sederet pemilik MU seperti Sir Jim Ratcliffe, Avram Glazer, Joel Glazer, hingga CEO Omar Berrada dan direktur olahraga Jason Wilcox hadir di rapat itu. Mereka juga sempat membahas opsi jika Carrick harus diganti.
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Carrick untuk membalikkan situasi. Namun itu bukan bentuk dukungan kepada eks gelandang MU tersebut, melainkan karena belum ada kesepakatan bulat terkait siapa kandidat yang akan ditunjuk.
Selain itu, jika mengganti Carrick sekarang, pelatih baru tak akan punya waktu banyak untuk beradaptasi. Akan lebih baik jika sang suksesor tiba di periode jeda internasional bulan depan.
Tak hanya itu, uang juga menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh direksi MU.The Athleticmenulis bahwa biaya memberhentikan Carrick dan merekrut penggantinya menjadi pertimbangan utama untuk tetap mempertahankan kondisi yang ada saat ini.
Ambil contoh kasus Eddie Howe, eks manajer Newcastle United yang disebut sebagai salah satu kandidat pengganti Carrick. Jika MU hendak merekrutnya, mereka harus membayar jutaan pound kepada Newcastle sebagai biaya kompensasi, sesuai kesepakatan saat Howe cabut dari The Magpies.
Itu belum termasuk gaji Howe dan asisten setianya, Jason Tindall, yang jumlahnya tidak kecil. Meski dikenal sebagai 'klub kaya', MU juga sedang mengetatkan keuangan. Apalagi mereka harus membayar total 30 juta pound saat memecat Erik ten Hag dan Ruben Amorim, dua pelatih sebelum Carrick.
Sederet keputusan buruk klub dalam urusan finansial selama beberapa tahun terakhir juga membuat suporter gerah. Itu sebabnya mereka melampiaskan kemarahan kepada pemilik klub, jajaran eksekutif, dan para pemain seusai laga melawan Bournemouth. Carrick justru masih didukung.
Kini terserah Carrick dan timnya untuk menjawab keraguan publik dan manajemen MU. Tiga poin di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10) nanti menjadi harga mati yang harus didapat olehnya jika ingin bertahan di posisinya sekarang.