Transfer yang semula diyakini pasti kini goyah: Akankah Eintracht Frankfurt gagal mengantongi 30 juta euro?

Transfer yang semula diyakini pasti kini goyah: Akankah Eintracht Frankfurt gagal mengantongi 30 juta euro?

Ketika Jean Matteo Bahoya akhirnya meninggalkan Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman pada hari terakhir bursa transfer, tampaknya hampir pasti ia cepat atau lambat akan mendatangkan banyak uang bagi SGE. Namun, kesepakatan itu kini berada dalam ketidakpastian yang mengkhawatirkan.

Ketika Jean Matteo Bahoya akhirnya meninggalkan Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman pada hari terakhir bursa transfer, tampaknya hampir pasti ia cepat atau lambat akan mendatangkan banyak uang bagi SGE. Namun, kesepakatan itu kini berada dalam ketidakpastian yang mengkhawatirkan.

Leeds United mendapatkan jasa Bahoya pada musim panas dengan biaya peminjaman dua juta euro. Kesepakatan dengan Eintracht itu juga mencakup kewajiban membeli senilai 30 juta euro yang berlaku jika pemain berusia 21 tahun tersebut tampil dalam laga resmi kesepuluhnya.

Para petinggi SGE tentu tidak menduga Bahoya bisa gagal mencapai jumlah penampilan tersebut, yang semestinya mudah diraih di Inggris dengan dua kompetisi piala tambahan. Namun, kemungkinan itu bisa benar-benar terjadi.

Saat ini, Bahoya baru bermain selama 11 menit dalam tiga pertandingan Liga Primer Inggris. Sementara itu, dalam lima pertandingan lainnya ia menghabiskan 90 menit penuh di bangku cadangan. Menurut pelatih Daniel Farke, ada alasan kuat di balik situasi tersebut.

Farke bercerita kepadaThe Athleticbahwa "setiap kali" ia berbelanja kebutuhan mingguan di supermarket setempat selama tiga pekan terakhir, ada orang yang menanyakan situasi Bahoya dan memintanya memberi pemain muda asal Prancis itu lebih banyak kesempatan bermain.

"Terakhir kali, seorang pria yang lebih tua berkata: 'Daniel, mainkan pemain sayap muda asal Prancis itu. Dia luar biasa.' Saya berkata: 'Anda mengenalnya?' 'Tidak, saya tidak mengenalnya.' 'Lalu, di mana Anda pernah melihatnya?' 'Saya belum pernah melihatnya, saya hanya mendengar tentang dia.' 'Oh, Anda mendengar tentang dia,'" tutur Farke. Ia menegaskan bahwa menurutnya Bahoya belum siap secara fisik untuk Liga Primer Inggris.

"Dia perlu menambah kekuatan fisik dalam permainannya. Dia harus meningkatkan pengambilan keputusan, penyelesaian akhir, dan beberapa aspek lain dari permainannya," tegas Farke mengenai pemain sayap menyerang tersebut. "Jika kita berharap dia langsung memberi dampak besar dan menjadi pembeda bagi kami di level ini, maaf, itu tidak sesuai dengan kenyataan."

Hal itu juga disebabkan Bahoya bahkan belum menjadi pemain inti yang tak tergantikan secara konsisten di Eintracht saat bermain di Bundesliga. Menurut pelatih asal Jerman berusia 50 tahun itu, kasta tertinggi sepakbola Jerman adalah "produk yang bagus, tetapi lebih mudah menjadi pembeda di level Bundesliga ketimbang di liga terbaik di dunia, di level Liga Primer Inggris". Ia menjelaskan pandangannya: "Kita tidak bisa berharap merekrut pemain muda dari bangku cadangan klub Bundesliga, lalu dia langsung menjadi pembeda dan termasuk pemain terpenting kami."

Bahoya membutuhkan waktu untuk menjadi pemain seperti itu. Dalam hal ini, Farke mengingatkan pada situasi serupa yang dialami Georginio Rutter tiga tahun lalu. Rutter pindah dari Hoffenheim ke Leeds pada Januari 2023 dengan biaya transfer 40,5 juta euro dan pada awalnya kesulitan memenuhi ekspektasi terhadap dirinya sebagai "superstar".

"Saya merawatnya, menyiraminya seperti tanaman kecil, memeluknya setiap hari, lalu dia berkembang. Semua orang menyanyikan namanya dan kami menjualnya dengan biaya transfer yang luar biasa besar," kenang Farke, yang menangani Leeds sejak musim panas 2023. Rutter akhirnya pindah ke Brighton & Hove Albion pada Agustus 2024 dengan biaya 46,7 juta euro. Di bawah Fabian Hürzeler, ia memang hanya menjadi pemain cadangan andalan dalam pertandingan Liga Primer Inggris, tetapi rutin mendapat banyak menit bermain di Conference League.

Farke kini meminta kesabaran yang sama untuk Bahoya seperti yang diberikan kepada Rutter. "Saya hanya meminta dengan sangat sopan: Jangan tanya saya di setiap konferensi pers, dan semoga juga tidak di supermarket saat saya membeli susu, jus jeruk, dan roti gandum hitam khas Jerman, tentang seberapa bagus pemain muda ini," tegasnya. "Beri dia waktu, biarkan dia bernapas, biarkan dia bekerja bersama saya, lalu kami bisa mengembangkannya."

Bahoya pindah dari Angers ke Eintracht pada Januari 2024 dengan biaya delapan juta euro. Setelah itu, ia beberapa kali menjalani periode sebagai pemain pilihan utama SGE. Pada musim terakhirnya di Eintracht, ia tampil dalam 37 pertandingan resmi (empat gol, empat assist, 1.646 menit), dengan 18 di antaranya sebagai pemain inti.