KOMPAS.com- AC Milan siap bertamu ke markas Torino di pekan pertama Serie A. Ruben Amorim berkata perjalanan ini akan berbeda dari pengalamannya di Man United.
Partai pekan pertama Torino vsAC Milandijadwalkan digelar di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (23/8/2026) atau Senin dini hari pukul 01.45 WIB.
“Bukan hanya kami ingin menang, kami perlu menang. Penting bagi proyek kami untuk memulai dengan baik," tutur pelatih AC Milan,Ruben Amorim, jelang laga kontra Torino, dikutip dariFootball Italia.
"Ini akan sepenuhnya berbeda dari Manchester United, sangat sulit bermain melawan tim-tim Italia, saya baru saja memulainya," tutur Amorim yang pernah menukangiMan Unitedpada kurun 2024-2026.
Pekerjaan melatih AC Milan membuka kesempatan bagi Ruben Amorim untuk memulihkan reputasinya, setelah dianggap gagal total di Man United.
Baca juga:Jadwal Liga Italia: Frosinone Vs Juventus, Torino Vs AC Milan
Amorim membawa bekal positif setelah pada laga uji coba terakhir berhasil membawa Milan mengalahkan eks tim asuhannya, Man United, dengan skor 4-2.
Sebelum itu, AC Milan arahan Amorim tak pernah menang di partai uji coba pramusim. Rinciannya, Il Rossoneri (Si Merah-Hitam) bermain imbang dengan Celtic (2-2) dan Inter (1-1), lalu kalah 0-3 dari Chelsea dalam tur ke Jakarta.
“Tekanannya selalu sama, bahkan ketika kami memainkan pertandingan persahabatan, saya selalu merasa gugup, karena sebagai manajer Anda dinilai dalam setiap pertandingan."
"Saya bersemangat, saya senang berada di sini, saya percaya kepada para pemain saya dan merasa bahwa mereka siap."
“Ketika Anda melihat sekelompok pemain berubah menjadi sebuah tim, manajer merasa percaya diri. Rasa cemas itu ada, tetapi saya merasa percaya diri karena para pemain saya bekerja dengan sangat baik,” ucap eks pelatih Casa Pia dan Sporting CP tersebut.
Baca juga:AC Milan Hormati Franco Baresi, 6 Per Sempre Jadi Emblem di Jersey
Amorim membawa ide jelas ke AC Milan. Ia ingin Rossoneri bertumbuh menjadi tim yang dominan dan unggul dalam penguasaan bola.
Pendekatan ini jelas berbeda dengan pendekatan sang pendahulu di kursi pelatih Milan, Massimiliano Allegri, yang kerap memilih bermain menunggu.
“Daripada melihat tim Amorim atau tim Allegri, yang terpenting adalah menjadi tim Milan, di mana semua orang khawatir melakukan sesuatu untuk tim, bukan untuk diri mereka sendiri. Kami harus hanya memikirkan tim," ucap Amorim.
“Kami adalah tim yang suka menguasai bola, itu akan menjadi sesuatu yang bisa diapresiasi, dan kami berusaha melakukan itu."
"Kami akan mencoba lebih banyak mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Saya ingin bertahan dengan baik, seperti yang dilakukan tim Allegri musim lalu, tetapi tentu saja kami akan mencoba bermain dengan cara yang berbeda," ucap Amorim menjelaskan.