Pelatih kepala Portugal Jorge Jesus angkat bicara mengenai keputusan Cristiano Ronaldo untuk pensiun dari sepak bola internasional. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui pengumuman itu sebelumnya. Menanggapi spekulasi media, Jesus membantah adanya keretakan hubungan dengan ikon berusia 41 tahun tersebut dan menyerukan agar Portugal fokus pada masa depan.
Pelatih kepala Portugal Jorge Jesus berbicara kepada media setelah Cristiano Ronaldo memutuskan mengakhiri karier internasionalnya selama 23 tahun. Penyerang berusia 41 tahun itu meninggalkan rekor dunia berupa 234 penampilan dan 146 gol. Kepergiannya menandai perubahan besar bagi Portugal menjelang laga Nations League melawan Denmark dan Wales.
Jesus mengaku tidak diberi tahu sebelumnya tentang keputusan tersebut dan baru mengetahuinya bersamaan dengan masyarakat umum.
Meski pengumuman itu datang tiba-tiba,sang pelatih menegaskan bahwa ia menghormati keputusan Ronaldountuk mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional.
“Saya mengetahui keputusan itu pada saat yang sama dengan kalian semua, setelah menyaksikan video dan pernyataan Cristiano Ronaldo,” ungkap Jesus terus terang ketika ditanya soal waktu pengumuman tersebut.
“Sampai saat itu, saya tidak tahu bahwa ia berniat meninggalkan tim nasional. Saya bermain, mencetak gol, dan ia adalah salah satu pemain yang saya pertimbangkan. Saya tidak mencoba berbicara dengan Cris. Kepergian Cris dari tim nasional akan selalu dikenang dalam sejarah, pada masa empat tahun kontrak saya dengan Federasi Sepakbola Portugal.”
“Jika saya tadi mengatakan bahwa saya mempertimbangkan untuk memanggilnya, itu karena saya yakin Cristiano Ronaldo akan melanjutkan proyek Nations League ini. Tidak ada rasa sakit hati. Mengapa? Karena semua keputusan saya dibuat demi tim. Sebagai pelatih, saya selalu berusaha membela apa yang saya anggap terbaik bagi kelompok ini. Saya sepenuhnya tenang,” tambah Jesus.
Meski mengakui Ronaldo sebagai sosok panutan utama dalam sepakbola Portugal, Jesus dengan tegas meminta media mengalihkan perhatian dari kapten yang telah pensiun itu kepada skuad saat ini.
“Topik ini sudah dibahas dan saya tidak akan membicarakannya lagi. Jika kalian ingin membicarakan absennya Cristiano Ronaldo dari skuad, silakan. Namun, topik itu sudah selesai,” tegas Jesus.
“Sudah waktunya mulai membicarakan skuad dan para pemain baru. Saya juga menganggap itu penting. Apa yang terjadi pada masa lalu tidak menarik bagi saya saat ini. Tentu saja, saya yakin Cristiano Ronaldo bisa kembali dan saya sempat berpikir untuk memanggilnya serta berbicara dengannya. Namun, saya harus menghormati keputusannya. Ia memahami bahwa waktunya telah tiba untuk meninggalkan tim nasional.”
Jesus menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pembaruan skuad harus diimbangi dengan rasa terima kasih yang mendalam atas pencapaian Ronaldo di level internasional.
“Saya harus menghormati keputusan itu, tanpa pernah melupakan arti Cristiano Ronaldo bagi Portugal, baik dulu maupun sekarang,” jelas Jesus.
“Ia adalah simbol dan panutan bagi para pemain muda yang kini memulai karier mereka. Namun, ini adalah dua persoalan yang sama sekali berbeda dan harus dianalisis secara terpisah.”
Ditulis olehAlvino Hanafi
Seorang jurnalis olahraga dengan pengalaman hampir satu dekade, memulai perjalanan profesionalnya di Tabloid BOLA yang legendaris di Indonesia dari tahun 2017 hingga edisi cetak terakhirnya pada Desember 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan GOAL, berkontribusi sebagai penulis lepas untuk FIFA, serta bekerja di departemen media Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Bersamaan dengan karier jurnalistiknya, ia juga aktif sebagai komentatorplay-by-playsiaran langsung sepak bola Indonesia sejak tahun 2017. Meraih gelar sarjana Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.