Hajime Moriyasu menolak tawaran melatih Timnas Malaysia demi fokus berkarier di Eropa.
Sang pelatih lebih memilih menangani klub agar bisa memantau pemain setiap hari.
Malaysia tetap melanjutkan perburuan pelatih baru usai tampil gemilang di tingkat regional.
Suara.com -PelatihTimnas Jepang,Hajime Moriyasu, dikabarkan tidak tertarik menanganiTimnas Malaysiadalam waktu dekat. Alih-alih menerima tawaran dari Harimau Malaya, pelatih 58 tahun itu justru memiliki ambisi untuk melanjutkan karier di Eropa.
Nama Hajime Moriyasu sebelumnya masuk dalam daftar kandidat pelatih anyar Malaysia untuk menggantikan Tan Cheng Hoe.
Namun, sejumlah media Jepang menyebut rencana tersebut tidak sejalan dengan arah karier sang pelatih setelah kontraknya bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) berakhir.
Moriyasu telah menangani Samurai Biru sejak 1 Agustus 2018. Kontraknya dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2027, setelah Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Pengalaman serta prestasinya bersama Jepang membuat Moriyasu dinilai sebagai sosok yang menarik bagi Malaysia.
Situasi ini mengingatkan pada langkah Timnas Indonesia yang merekrut John Herdman, pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.
Namun, peluang Malaysia untuk mendapatkan Moriyasu tampaknya tidak mudah. Laporan media Jepang,
Nikkan Gendai, pada Minggu (18/10/2026) menyebut sang pelatih lebih tertarik mencoba tantangan di level klub.
Menurut laporan tersebut, Moriyasu merasa melatih klub lebih sesuai dengan kepribadiannya karena bisa bekerja bersama pemain setiap hari dan memantau perkembangan mereka secara langsung.
“Dibandingkan dengan tim nasional yang hanya berkumpul beberapa kali dalam setahun untuk pertandingan singkat lalu bubar, melatih sebuah klub, di mana para pemain berlatih bersama setiap hari dan pelatih bisa menyaksikan perkembangan langsung mereka, jauh lebih sesuai dengan kepribadiannya,” tulis Nikkan Gendai via New Straits Times.
Moriyasu juga dikabarkan ingin mencatatkan sejarah dengan menjadi pelatih asal Jepang pertama yang menangani klub Eropa.
“Ambisi jangka panjang Moriyasu setelah Piala Asia adalah menjadi pelatih Jepang pertama yang menangani klub Eropa,” lanjut pemberitaan tersebut.
Selama menangani Jepang, Moriyasu berhasil membawa Samurai Biru mencatatkan kemenangan bersejarah atas Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022.
Pengalaman itu menjadi salah satu modal penting jika ia benar-benar memutuskan mencari tantangan baru di Eropa.
Selain berkarier di Eropa, Moriyasu juga disebut memiliki opsi untuk menangani salah satu klub papan atas J1 League atau kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jepang.