"Tidak bosankah kalian mengundang tawa?": Pembawa acara "El Chiringuito" memicu polemik dengan pernyataan soal remontada Real Madrid

"Tidak bosankah kalian mengundang tawa?": Pembawa acara "El Chiringuito" memicu polemik dengan pernyataan soal remontada Real Madrid

Tanggapan sinis dari Catalunya atas ucapan "setengah gelar"

Tanggapan sinis dari Catalunya atas ucapan "setengah gelar"

Jurnalis Spanyol Josep Pedrerol, pembawa acara program terkenal "El Chiringuito", memicu perdebatan luas di media sosial setelah ia membela dengan keras remontada Real Madrid atas Roma, dan menganggap bahwa kemenangan dramatis yang diraih Los Blancos melampaui sekadar membalikkan hasil pertandingan, sebelum ia melontarkan pesan kepada para pendukung Barcelona, dalam pernyataan yang ditanggapi sejumlah pengikutnya dengan nada sindiran dan kritik.

Pedrerol membuka episode programnya pada Kamis malam dengan membahas kebangkitan Real Madrid melawan Roma, memanfaatkan kesempatan itu untuk menjawab sindiran sejumlah pendukung Barcelona terhadap Los Blancos, serta terhadap bintang Brasil Vinicius Junior dan pelatih Jose Mourinho.

Pembawa acara "El Chiringuito" itu berkata: "Para pendukung Barcelona merasa terlalu percaya diri. Mereka menyindir Real Madrid, Vinicius, Mourinho, dan remontada tadi malam. Saya akan mengatakan sesuatu kepada kalian: malam itu lebih besar dari sekadar remontada, itu setara dengan setengah gelar."

Melalui pernyataan tersebut, Pedrerol ingin menegaskan pentingnya kemenangan itu, serta memuji kemampuan Real Madrid mengatasi kesulitan dan bangkit dalam laga yang tampak rumit di berbagai periodenya, setelah mengubah ketertinggalan 1-3 menjadi kemenangan 4-3 pada menit-menit akhir pertandingan.

Namun pernyataan pembawa acara itu tidak mendapat dukungan bulat dari publik. Menurut laporan surat kabar Katalan "Mundo Deportivo", sejumlah pengikut menilai bahwa menyebut kemenangan itu setara "setengah gelar" terlalu berlebihan, terutama karena musim masih baru berjalan, dan kemenangan tersebut, meski dengan kebangkitan yang dramatis, tidak menghapus pertanyaan soal level teknis yang ditampilkan tim sepanjang laga.

Perbandingan yang dibuat Pedrerol antara remontada dan meraih setengah gelar pun dengan cepat memicu komentar-komentar sarkastis, yang menyoroti besarnya perayaan atas kemenangan di bulan Oktober, saat persaingan masih panjang dan belum ada gelar yang ditentukan.

Seorang pengikut menulis sebagai tanggapan atas unggahan program "El Chiringuito": "Apakah kalian tidak lelah menjadi bahan tertawaan?"

Pendukung lain juga menyindir perayaan yang mengiringi kemenangan tersebut dengan bertanya: "Jam berapa parade perayaan di Cibeles akan digelar besok?", merujuk pada lapangan terkenal tempat para pendukung Real Madrid merayakan gelar-gelar tim.

Pengikut lain berkomentar dengan gaya sarkastis yang sama: "Satu tahun lagi di mana gelar LaLiga dan Liga Champions ditentukan pada bulan Oktober. Ayo ke Cibeles!"

Reaksi tidak hanya terbatas pada sindiran terhadap pernyataan Pedrerol, tetapi juga meluas menjadi kritik terhadap situasi Real Madrid dari sisi olahraga, karena sebagian pengikut menilai bahwa membalikkan hasil pertandingan tidak cukup untuk mengabaikan masalah-masalah yang muncul selama laga.

Dalam komentar yang lebih keras, salah satu pengguna menulis: "Musim ketiga berturut-turut tanpa satu gelar pun, namun semua orang tetap senang."

Komentar-komentar ini mencerminkan perpecahan antara mereka yang memuji kemampuan Real Madrid membalikkan ketertinggalan dan meraih kemenangan dramatis, dengan mereka yang menganggap bahwa perayaan berlebihan atas satu kemenangan tidak sebanding dengan besarnya tantangan yang menanti tim sepanjang musim.