Jose Mourinho menegaskan tidak ada gelandang lain di dunia yang mampu menyamai kemampuan unik Jude Bellingham. Pemain timnas Inggris itu menjadi motor kebangkitan dramatis Real Madrid saat mengalahkan AEK Athens, sekaligus memastikan Real Madrid mempertahankan rekor sempurnanya di kompetisi Eropa musim ini.
Madrid tertinggal di Yunani setelah Aboubakary Koita mencetak gol pembuka yang mengejutkan. Bellingham segera membalas pada menit ke-32, menyamakan kedudukan lewat penyelesaian tumit brilian dari umpan Marc Cucurella.
Tuan rumah kembali unggul melalui Stavro Pilo saat waktu normal tersisa 15 menit, mengancam rekor sempurna Madrid di kompetisi Eropa. Namun, Kylian Mbappe nyaris seketika membalas dari jarak dekat untuk kembali menyamakan kedudukan.
Jauh memasuki masa tambahan waktu, pemain pengganti Fede Valverde melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti untuk merebut kemenangan 3-2. Kemenangan yang diraih dengan susah payah itu membuat Madrid mencatat empat kemenangan dari empat pertandingan di Eropa dan tetap sejajar dengan Paris Saint-Germain di puncak klasemen dengan 12 poin.
Sentuhan tumit cerdik Bellingham menjadi gol kelimanya musim ini sekaligus memecahkan rekor penting di Eropa. Pemain berusia 23 tahun itu kini menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam tujuh musim Liga Champions berturut-turut, melampaui rekan setimnya, Mbappe.
Mengenang gol bersejarahnya, Bellingham berkata: “Itu murni naluri. Saya berada di posisi yang bagus dan berhasil melakukan satu-satunya hal yang terasa alami dalam posisi itu. Itu gol yang bagus.”
Mourinho melontarkan pujian tinggi kepada pemain asal Inggris itu seusai pertandingan. “Sejak saya tiba, dia tampil brilian,” kata sang pelatih kepada wartawan. “Dia pemain yang unik; tidak ada gelandang lain di dunia yang seperti dia, begitu komplet dalam segala hal. Saya kehabisan kata-kata karena bagi saya dia benar-benar luar biasa.
“Bahkan ketika dia tidak menonjol, dia selalu menunjukkan kerja keras, kepemimpinan, ambisi, kualitas, kemampuan mencari posisi untuk mencetak gol, gol... Dia pemain yang luar biasa. Saya ulangi: saya sangat beruntung memiliki skuad ini.”
Meski Madrid memperpanjang rentetan kemenangan menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi, mereka mendapat ujian berat di Athena. Raksasa Spanyol itu akhirnya harus mengandalkan kedalaman skuadnya yang lebih baik untuk merebut tiga poin.
“Saya tentu sangat puas,” tambah pelatih asal Portugal itu. “Kami menghadapi tim yang sangat tangguh dan bermain sangat baik. Sejak menit pertama, mereka bermain sangat rapat dan mengandalkan permainan langsung. Mereka menjadi alasan kami tidak bisa memainkan laga yang sempurna.
“Namun, meski menghadapi kesulitan, kami selalu mampu bersaing. Kami berhasil merespons pada saat-saat penting. Kami menunjukkan karakter, bahkan ketika tertinggal. Dan pada menit terakhir, saat pertandingan berjalan kacau dan kedua tim sama-sama bertekad menang, tim dengan kualitas individu yang lebih baik keluar sebagai pemenang.”
Real Madrid harus segera memulihkan diri dan kembali mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. Tim asuhan Mourinho akan bertandang menghadapi Valencia dalam laga yang secara tradisional menjadi salah satu lawatan paling sulit dalam kalender sepakbola Spanyol.
Meraih hasil positif di Mestalla sangat penting bagi Madrid untuk mempertahankan momentum menjelang jeda internasional November.
Ditulis olehMuhammad Zaki
Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.
Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.
Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:
XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)
Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.