Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Suara.com -Hasil imbangTimnas Indonesiamelawan Malaysia dalam lanjutanFIFA ASEAN Cup 2026di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membuat suporter gerah dengan taktik dariJohn Herdman.

Suara.com -Hasil imbangTimnas Indonesiamelawan Malaysia dalam lanjutanFIFA ASEAN Cup 2026di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membuat suporter gerah dengan taktik dariJohn Herdman.

Permainan Timnas Indonesia dianggap menoton, tak tentu arah serta kehilangan arah selama dilatih John Herdman.

Menariknya, kebuntuan dan ketidakjelasan taktik dari John Herdman sebagai pelatih sudah jadi pembahasan banyak media Kanada beberapa tahun lalu.

Di balik pengalamannya membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, sejumlah media Kanada dan analisis sepak bola pernah menyoroti persoalan taktik yang muncul selama Herdman menangani The CanMNT.

Salah satu sorotan paling jelas terjadi ketika Kanada menghadapi Kroasia pada Piala Dunia 2022. Kanada sempat unggul cepat, tetapi kemudian kebobolan empat gol dan kalah 1-4.

The Guardianmenilai salah satu persoalan Kanada ketika itu berkaitan dengan kemampuan Herdman melakukan penyesuaian taktik terhadap permainan Kroasia.

Herdman sendiri mengakui setelah pertandingan bahwa sejumlah perubahan seharusnya dilakukan lebih cepat.

Kroasia mampu mengambil alih kendali permainan melalui Luka Modric, Marcelo Brozovic, dan Mateo Kovacic.

Kanada kesulitan menjaga keseimbangan di lini tengah ketika tiga gelandang Kroasia mulai mengontrol pertandingan.

OneSoccer kemudian menyoroti persoalan serupa.

Dalam analisisnya, Kanada disebut masih menjadi tim yang sedang berkembang dari sisi taktik dan terlalu ofensif ketika menghadapi lawan dengan kualitas teknis lebih tinggi.

Struktur permainan Kanada menjadi lebih terbuka ketika Herdman memasukkan banyak pemain dengan karakter menyerang.

Situasi tersebut membuat Kanada lebih rentan ketika kehilangan bola dan harus menghadapi serangan balik.

Masalah lainnya berkaitan dengan keputusan pergantian pemain.

Dalam laga melawan Kroasia, Herdman mendapat sorotan karena mempertahankan Atiba Hutchinson yang ketika itu sudah berusia 39 tahun cukup lama meski permainan Kanada mulai kehilangan kendali.