Presiden La Liga menilai apa yang terjadi merupakan kesalahan besar
Javier Tebas, presiden La Liga Spanyol, menilai "sangat keliru" bahwa tiga pemain Real Madrid tidak mengenakan kaus dukungan untuk kota Ceuta pada laga kemarin, Selasa, melawan Elche.
Kedua tim memasuki lapangan dengan mengenakan kaus bertuliskan slogan dukungan untuk kota Ceuta, dan tayangan siaran memperlihatkan dengan jelas para pemain Elche mengenakannya sebelum memasuki lapangan, sementara para pemain Real Madrid menerima kaus mereka di lorong menuju lapangan sebelum turun ke lapangan.
Meski begitu, tiga pemain Real Madrid tidak memperlihatkan kaus tersebut: Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konate masing-masing menerima kaus dari petugas perlengkapan.
Mbappe dan Vinicius mengenakan kaus itu, tetapi hanya menaikkannya hingga setinggi bahu, sedangkan Konate hanya memegangnya dengan kedua tangan, dan pemain Prancis serta pemain Brasil itu melepaskannya beberapa saat kemudian, tepat sebelum tim melintas.
Kaus tersebut bertuliskan slogan "Kami semua adalah Caballas", sebuah ungkapan dukungan untuk kota otonomi Ceuta, yang mengalami arus masuk penduduk Maroko secara besar-besaran pada akhir Juli lalu.
Tebas menyatakan, sebagaimana dikutip surat kabar "Marca" terkait polemik yang timbul akibat sikap Mbappe, Vinicius, dan Konate: "Saya rasa ini adalah kesalahan besar".
Tebas menegaskan bahwa Real Madrid adalah entitas Spanyol dan bahwa keikutsertaan seluruh tim dalam inisiatif semacam ini merupakan "tindakan institusional, tindakan klub" dan bukan "tindakan pribadi yang mengharuskan seseorang menyampaikan pendapatnya".
Ia menjelaskan bahwa acara-acara yang dipromosikan oleh entitas-entitas olahraga telah disetujui oleh La Liga Spanyol "La Liga" dan tidak seharusnya tunduk pada pendapat para pemain sepak bola "ketika hal itu tidak menyentuh persoalan ideologis".
Ia melanjutkan: "Masuknya seluruh tim dengan mengenakan kaus itu adalah tradisi yang telah mengakar di klub. Pemain harus masuk dengan mengenakan kaus. Sebab masuk dengan kaus yang dilipat dianggap sama dengan masuk tanpa kaus", seraya menolak bahwa hal itu merupakan sikap politis.
Dalam kaitan ini, ia juga menanggapi polemik yang berkembang seputar pemain Maroko Abdessamad Ezzalzouli, yang mengenakan kaus dukungan Ceuta pada laga timnya Real Betis melawan Villarreal, dan menerima ancaman serta hinaan karena hal itu, dengan menyebutnya sebagai "kerugian sampingan".
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora