KOMPAS.com- Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tarung Derajat Antar Pelajar Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup III 2026 bertekad mengarahkan energi anak muda ke kegiatan positif.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kemampuan dan minat melalui olahraga.
Bagi Kodrat Jatim, kemampuan bela diri bukan untuk dipamerkan di jalanan, apalagi digunakan dalam aksi kekerasan dan tawuran.
Ilmu yang dimilikiatletharus diarahkan ke arena pertandingan untuk membangun prestasi, kedisiplinan, dan karakter.
Baca juga:Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina
"Soal fenomena tawuran, alhamdulliah tidak atlettarung derajat. Karena sudah ada sanksi organisasi berat jika meyalahgunakan ilmu," kata Erwin H. Poedjono kepada Kompas.com.
Baca juga:Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Menurutnya, keberadaan kompetisi resmi menjadi bagian penting dari pembinaan.
Para atlet muda tidak hanya mendapatkan kesempatan bertanding, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan secara terarah.
"Salah satu tujuan kejuaraan ini juga untuk memberikan wadah bagi para atlet muda untuk berkompetisi resmi. Ini adalah wujud pembinaan kodrat. Tidak menggunkan ilmunya di jalanan apalagi menjurus kriminal, berat sanksi organisasinya," imbuhnya.
Kejurnas ini dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di GOR CLS Surabaya dengan mempertemukan atlet pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dalam nomor tarung bebas dan seni gerak.
"Alhamdulliah perkembangan tarung derajat di tingkat pelajar cukup, kemarin yang ikut seleksi cukup banyak sekitar 100 atlet dari 24 Pengprov di Jatim," ujar pria yang biasa disapa Erwin ini.
Sebagai tuan rumah, Kodrat Jatim telah melakukan seleksi untuk membentuk kontingenJawa Timur. Hasilnya, sebanyak 17 atlet dinyatakan lolos.
Mereka terdiri dari tujuh atlet Tarung Bebas Putra, empat atlet Tarung Bebas Putri, dan enam atlet dari nomor Seni Gerak.
Para atlet terpilih kemudian menjalani pemusatan latihan daerah di Surabaya sejak 12 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi tahapan penting untuk mematangkan kondisi fisik, teknik, mental, serta kekompakan tim sebelum menghadapi persaingan tingkat nasional.
Bagi Kodrat Jatim, kejurnas ini bukan semata-mata tentang mengejar medali. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang atlet pelajar Jawa Timur.