STY Minta Persija Tegur Keras Fans yang Anarkis

STY Minta Persija Tegur Keras Fans yang Anarkis

Muhammad Robbani -detikSepakbola

Muhammad Robbani -detikSepakbola

PelatihPersija JakartaShin Tae-yongberharap suporter tidak bertindak anarkis lagi. Dia meminta klub memberikan teguran keras.

Insiden kekerasan terjadi terhadap bus rombongan yang mengangkut tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18, Minggu (11/10/2026). Bus tim EPA Persib terkena lemparan hingga penjarahan koper milik anggota tim.

Shin kecewa betul mendengar insiden memalukan tersebut. Selain mencoreng nama klub, tindakan itu berpotensi bikin Persija dihukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya, kejadian seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi. Jika memang terjadi, pihak klub harus memberikan teguran keras kepada suporter," kata Shin di sela-sela latihan Persija di Bojongsari, Depok, Kamis (15/10).

"Namun, aparat penegak hukum juga harus menindak tegas orang-orang yang terlibat. Hal seperti ini tidak boleh terulang kembali," sambungnya.

Pelatih asal Korea Selatan juga menanggapi potensi sanksi yang bisa dijatuhkan ke Persija. Dia menilai bahwa hal itu tidak semestinya menjadi tanggung jawab klub, karena kejadian di luar jangkauan.

Adapun Komite Disiplin (Komdis) PSSI juga sudah menyebut bahwa peristiwa ini murni peristiwa kriminal. Komdis menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwenang.

"Tentu, klub juga memiliki tanggung jawab. Namun, ada hal-hal yang berada di luar kendali klub. Bagaimana mungkin pihak klub bisa terus mengikuti setiap orang ke mana pun mereka pergi untuk mencegah semua kejadian seperti itu," tutur STY.

"Misalnya, insiden terjadi di rest area. Klub tentu tidak mungkin mengawasi semua orang setiap saat. Karena itu, menurut saya, tidak masuk akal jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepada klub, termasuk sampai pada pengurangan poin," ucapnya.

Foto artikel Foto artikel