Suara.com -Hasil imbang 0-0 melawan Malaysia membuat posisiTimnas Indonesiadi Grup AFIFA ASEAN Cup 2026berada dalam situasi yang lebih rumit.
Timnas Indonesia kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, sama seperti Malaysia.
Namun, Harimau Malaya masih berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol.
Malaysia memiliki selisih gol +3, sedangkan Indonesia berada di posisi kedua dengan selisih gol +2.
Artinya,Kevin DiksCs harus bekerja lebih keras pada pertandingan terakhir untuk merebut posisi puncak.
Situasi tersebut menjadi penting karena format FIFA ASEAN Cup 2026 hanya memberikan tiket ke final kepada juara grup.
Dengan demikian, Indonesia tidak cukup hanya mengamankan kemenangan pada pertandingan terakhir.
Pada laga terakhir Grup A, Indonesia akan menghadapi Bangladesh.
Di pertandingan lainnya, Malaysia akan berhadapan dengan Singapura.
Timnas Indonesia akan kehilangan posisi puncak apabila gagal mengalahkan Bangladesh.
Bahkan jika sama-sama meraih kemenangan, selisih gol akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang finis sebagai juara grup.
Saat ini Indonesia tertinggal satu gol dalam selisih gol dari Malaysia. Karena itu, jika kedua tim sama-sama menang, Indonesia harus mencetak kemenangan dengan margin lebih besar.
Sebagai contoh, apabila Malaysia mengalahkan Singapura dengan skor 1-0, Indonesia harus menang minimal 3-0 atas Bangladesh untuk mengambil alih posisi teratas berdasarkan selisih gol.
Situasi berbeda terjadi jika Indonesia hanya menang 2-0 sementara Malaysia juga menang 1-0.
Dalam skenario tersebut, kedua tim akan memiliki catatan yang sama dalam jumlah poin dan selisih gol.