Situasi Keamanan Memanas, FIFAe Finals 2026 di Jeddah Ditunda

Situasi Keamanan Memanas, FIFAe Finals 2026 di Jeddah Ditunda

FIFA dan Federasi Esports Arab Saudi menunda FIFAe Finals 2026 di Jeddah akibat serangan Houthi yang meningkatkan kekhawatiran keamanan di wilayah tersebut.

FIFA dan Federasi Esports Arab Saudi menunda FIFAe Finals 2026 di Jeddah akibat serangan Houthi yang meningkatkan kekhawatiran keamanan di wilayah tersebut.

Liputan6.com, Jakarta -PenyelenggaraanFIFAe Finals 2026yang semula dijadwalkan di Jeddah,Arab Saudi, resmi ditunda menyusul eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah serangkaian serangan baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran serius.

FIFAe Finals 2026 seharusnya berlangsung di Jeddah pada 16 sampai 25 Oktober 2026.

FIFA bersama Federasi Esports Arab Saudi mengumumkan penundaan turnamen pada Kamis, 15 Oktober 2026. FIFA akan mengumumkan lebih lanjut nasib dari ajang FIFAe Finals 2026.

Penilaian mendalam terhadap perkembangan terkini dan dampaknya pada pengaturan logistik menjadi dasar utama keputusan tersebut.

Kondisi keamanan yang memburuk telah mendorong tim esports dari Jepang dan Brasil untuk menarik diri dari kompetisi. FIFA menyampaikan apresiasi kepada Kerajaan Arab Saudi atas dukungan dan kerja sama dalam persiapan acara, yang telah sukses menjadi tuan rumah edisi sebelumnya.

FIFA eFinals merupakan kompetisi sepak bola virtual atau esports resmi buatan organisasi pimpinan Gianni Infantino. Para pemain memainkan game eFootball milik Konami.

Penundaan FIFAe Finals 2026 terjadi setelah serangan mematikan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh pada 10 Oktober. Insiden tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Gerakan Houthi, yang didukung Iran dan berbasis di Yaman, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara Riyadh. Serangan ini disebut sebagai yang paling mematikan di kerajaan itu dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Houthi juga dilaporkan melakukan serangan di bandara lain dan fasilitas energi di Arab Saudi, termasuk markas besar raksasa minyak Saudi Aramco. Mereka bersumpah akan melanjutkan serangan terhadap infrastruktur penting tersebut.

Konflik antara Houthi dan Arab Saudi telah meningkat signifikan sejak gencatan senjata yang disepakati pada tahun 2022 berakhir pada Juli 2026. Pada 13 Juli 2026, Houthi melancarkan serangan rudal balistik ke Arab Saudi selatan sebagai respons atas serangan udara koalisi pimpinan Saudi di bandara internasional Sana'a.

Dampak situasi keamanan ini tidak hanya terbatas pada FIFAe Finals. Liga sepak bola Arab Saudi juga menunda tiga pertandingan pekan ke-9, termasuk laga krusial Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo melawan Al Ahli.

Turnamen tenis ekshibisi Six Kings Slam turut mengalami penundaan dari jadwal semula Oktober menjadi Desember 2026, dengan alasan tantangan logistik.

Selain itu, pertemuan puncak bersama Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa (EU) yang seharusnya berlangsung minggu depan di Arab Saudi juga ditunda karena masalah keamanan.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bahkan menyatakan kesiapannya untuk mempertimbangkan penundaan Piala Asia hingga tahun 2028 jika kondisi keamanan memang memerlukan langkah tersebut.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Prediksi Betis vs Barcelona: Masih Sempurna