Setelah krisis trio Real, terungkap sikap Yamal terkait jersey dukungan Ceuta

Setelah krisis trio Real, terungkap sikap Yamal terkait jersey dukungan Ceuta

Barcelona Menolak Mempermalukan Bintang Mudanya

Barcelona Menolak Mempermalukan Bintang Mudanya

Laporan media mengungkap bahwa keputusan Barcelona untuk tidak ikut serta dalam inisiatif mengenakan jersey bertuliskan pesan dukungan bagi kota Ceuta tidak hanya terkait dengan sifat politis yang bisa ditafsirkan dari slogan tersebut, melainkan sikap Lamine Yamal turut memainkan peran yang berpengaruh dalam menentukan sikap klub Katalan itu.

Menurut apa yang dipublikasikan situsLe360asal Maroko dalam edisi bahasa Prancisnya, Barcelona masih mempertimbangkan kemungkinan untuk ikut serta dalam inisiatif tersebut sebelum laga melawan Racing Santander, yang berlangsung tadi malam pada hari Rabu di Liga Spanyol, sebelum akhirnya mengetahui bahwa penyerang mudanya tidak ingin mengenakan jersey yang dikhususkan untuk kampanye ini.

Laporan itu menyebutkan bahwa manajemen Barcelona kemudian memutuskan untuk tidak melibatkan seluruh tim dalam inisiatif tersebut, guna menghindari menempatkan Yamal secara khusus dalam lingkaran sasaran, baik melalui kritik maupun pelecehan rasial di media sosial.

Keputusan ini, menurut laporan yang sama, terkait dengan apa yang terjadi pada Real Madrid saat menghadapi Elche, ketika Kylian Mbappe, Ibrahima Konate, dan Vinicius Junior memilih menaikkan jersey mereka dengan cara yang membuat slogan "Todos somos Caballas" tampak kurang jelas dibandingkan rekan-rekan mereka.

Tindakan trio itu memicu gelombang reaksi dan kritik, sebelum Real Madrid menegaskan bahwa setiap pemain memiliki kebebasan untuk mengambil keputusannya sendiri terkait ikut serta dalam inisiatif tersebut atau tidak.

Selain itu, Abdessamad Ezzalzouli, pemain timnas Maroko, turut mendapatkan gelombang kritik keras setelah mengenakan jersey dukungan Ceuta bersama rekan-rekannya di Real Betis sebelum pertandingan melawan Villarreal.

Hal ini terjadi di tengah sensitivitas khusus yang menyelimuti Lamine Yamal, yang lahir di Spanyol dari ayah berkebangsaan Maroko dan ibu asal Guinea Khatulistiwa, dan sempat dekat untuk membela timnas Maroko, namun ia lebih memilih timnas Spanyol, serta menjadi salah satu bintang paling menonjol di dunia pada usia dini setelah meraih gelar Piala Dunia dan Piala Eropa.