Kekalahan telak yang dialami tim putri Real Madrid dari Barcelona dengan skor 7-0 di Camp Nou memicu perdebatan luas mengenai masa depan tim Los Blancos, di tengah kritik tajam yang menilai bahwa kekalahan tersebut tidak sepadan dengan status klub.
Jurnalis Roberto Gomez mengatakan melalui siaran "Radio Marca" bahwa kemenangan telak Barcelona merupakan pukulan menyakitkan bagi Real Madrid, seraya menilai bahwa kekalahan ini bisa mendorong klub untuk mengambil salah satu dari dua pilihan terkait proyek tim putri.
Gomez menjelaskan bahwa pilihan pertama adalah hilangnya antusiasme Florentino Perez, presiden Real Madrid, terhadap proyek tersebut, yang bisa berujung pada berakhirnya perjalanan tim putri, meskipun klub telah mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Adapun pilihan kedua, menurut jurnalis Spanyol itu, adalah mempertahankan kondisi saat ini sambil berupaya mengembangkan tim ketimbang mengambil keputusan drastis. Namun, pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa persaingan antara kedua klub kini mulai membawa dampak negatif terhadap kompetisi.
Gomez berkata: "Terlepas dari sportivitas, dan terlepas dari keunggulan Barcelona, yang mungkin merupakan tim terbaik di dunia dan dalam sejarah, ada sejumlah balas dendam, sedikit persaingan, dan banyak kebencian. Dan ini adalah hal yang sangat buruk bagi kompetisi".
Kekalahan tujuh gol dari Barcelona ini kembali membuka wacana soal jurang perbedaan antara kedua tim dalam sepak bola putri, terutama setelah kekalahan tersebut terjadi di Stadion Camp Nou dengan selisih besar, sehingga menempatkan proyek Real Madrid di hadapan ujian baru mengenai kemampuannya untuk mendekati rival asal Catalunya tersebut.