Zizou tetap menjadi bintang utama Prancis meski sudah pensiun
Zinedine Zidane kembali ke tempat yang menjadi saksi salah satu awal paling menonjol dalam kariernya mengenakan kostum Timnas Prancis, tetapi kali ini ia tidak mengenakan jersey di dalam lapangan, melainkan tampil dari posisi yang sama sekali berbeda, setelah memimpin "Les Bleus" dalam sebuah malam yang menyimpan banyak kenangan dan simbolisme bagi legenda Prancis tersebut.
Timnas Prancis menghadapi Timnas Italia pada Jumat malam ini di Stade de France, dalam rangkaian pertandingan babak ketiga UEFA Nations League, pada laga yang memiliki arti khusus bagi Zidane, karena menjadi pertandingan pertama yang ia jalani di tanah stadion nasional Prancis sejak menangani tugas melatih timnas negaranya.
Zidane mendapatkan sambutan meriah dari para suporter Prancis sebelum laga dimulai, setelah suasana penuh antusiasme menyelimuti seluruh penjuru Stade de France saat pembawa acara di dalam stadion menyebutkan nama sang pelatih, hingga sorak-sorai dan tepuk tangan bergema dari berbagai sudut tribun, dalam sebuah pemandangan yang menggambarkan posisi "Zizou" di hati para suporter Prancis.
Para suporter tidak hanya memberikan tepuk tangan, karena muncul sebuah spanduk kenang-kenangan berukuran besar sebagai bentuk penghormatan kepada Zidane, bertuliskan pesan "Zizou, selamat datang di rumah", sebuah spanduk artistik buatan kelompok "Irresistibles" asal Prancis, yang memberikan nuansa perayaan khusus pada kepulangan legenda sepak bola Prancis itu ke Stade de France.
Baca juga: Putra Legenda Maroko Tolak "Singa Atlas" demi Prancis
Laga ini juga menyimpan kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan karier Zidane, karena bertepatan dengan 28 tahun sejak ia mencetak gol internasional pertamanya mengenakan kostum Timnas Prancis di stadion yang sama, dalam salah satu momen yang mengawali perjalanan bersejarahnya bersama "Les Bleus" dan membuka jalan bagi tahun-tahun yang penuh dengan pencapaian.
Dan sementara Zidane menjalani malam yang berbeda di Stade de France dari kursi pelatih, para suporter kembali menghadirkan kenangan tentang sang pemain yang menorehkan sejarah luar biasa bersama timnas, sehingga sambutan meriah untuknya menjadi pesan yang jelas tentang berlanjutnya posisinya dalam ingatan rakyat Prancis, setelah 28 tahun dari momen ketika ia mencetak gol internasional pertamanya di tanah stadion yang sama.