Matthias Jaissle pada Rabu diperkenalkan sebagai penerus Eddie Howe di Newcastle United. Manajer berusia 38 tahun itu datang dari klub Saudi, Al-Ahli, dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di St. James' Park.
Howe memutuskan pergi dari Newcastle pada musim panas ini setelah hampir lima tahun. Pria asal Inggris itu membawaThe Magpiesmeraih sukses besar, termasuk beberapa kali lolos ke Liga Champions serta menjuarai Piala Liga pada 2025, trofi pertama klub sejak 1955.
Setelah kepergian pemain bintang Sandro Tonali (Tottenham Hotspur) dan Anthony Gordon (FC Barcelona), media Inggris memberitakan bahwa Howe tidak senang dengan keputusan petinggi klub untuk menjual mereka.
Howe kemudian mengambil keputusan dan kini digantikan oleh Jaissle, yang meraih sukses besar bersama Al-Ahli. Ia membawa klub itu menjuarai Liga Champions AFC pada 2025 dan 2026.
Newcastle telah membayar harga yang diminta Al-Ahli, yaitu setara sebelas juta euro, dan Jaissle akan memimpin pertandingan pertamanya pada Senin, saat mereka menjalani laga uji coba melawan Valencia di Mestalla. Pelatih asal Jerman itu akan bekerja dengan dua pemain Belanda, Sean Steur dan Sven Botman.
"Kalau Newcastle United datang menghampiri Anda, tentu Anda akan memperhatikannya," kata Jaissle di kanal klub. "Ambisi klub, visi untuk masa depan, dan peluang yang terbentang di depan menjadikan ini tempat yang luar biasa menarik untuk berada."
"Saya mengikuti perkembangan klub ini dengan saksama dalam beberapa tahun terakhir dan kemajuan yang telah dicapai terlihat jelas bagi semua orang. Saya sangat menantikan masa depan. Saya sepenuhnya dan tanpa syarat percaya pada proyek ini, ambisinya, dan arah yang diambil klub."
"Ada visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, dan fondasi yang luar biasa untuk dibangun," ujar Jaissle, yang sebelum masanya di Arab Saudi pernah bekerja di Red Bull Salzburg dan membawa klub itu menjuarai Liga Austria pada 2022 dan 2023.