“Saya hanya punya penyerang di bangku cadangan”: Massimiliano Allegri keluhkan krisis cedera setelah Napoli kalah dari Porto di Liga Champions

“Saya hanya punya penyerang di bangku cadangan”: Massimiliano Allegri keluhkan krisis cedera setelah Napoli kalah dari Porto di Liga Champions

Massimiliano Allegri tampak frustrasi setelah Napoli menjalani malam yang sulit di Liga Champions. Ia menyoroti krisis cedera parah yang membuatnya nyaris tak punya keleluasaan untuk mengubah taktik. Napoli kalah telak dari Porto, kekalahan ketiga mereka dalam empat pertandingan di kompetisi Eropa m

Massimiliano Allegri tampak frustrasi setelah Napoli menjalani malam yang sulit di Liga Champions. Ia menyoroti krisis cedera parah yang membuatnya nyaris tak punya keleluasaan untuk mengubah taktik. Napoli kalah telak dari Porto, kekalahan ketiga mereka dalam empat pertandingan di kompetisi Eropa musim ini.

Kiprah Napoli di kompetisi Eropa mencapai titik terendah baru di Portugal setelah kekalahan 4-1 dari Porto membuat Allegri harus mencari jawaban. Klub raksasa Italia itu kini telah kalah dalam tujuh dari 14 pertandingan di semua kompetisi musim ini, statistik yang mengkhawatirkan bagi klub dengan ambisi setinggi itu. Meski memulai laga dengan mampu mengimbangi lawan, tim tamu kehilangan kendali pada babak kedua ketika tuan rumah mendominasi berkat kondisi fisik yang lebih prima dan penyelesaian akhir yang efektif dalam situasi bola mati.

Titik balik terjadi sekitar menit ke-70 ketika pelatih Porto Vitor Bruno memanfaatkan bangku cadangannya untuk menyuntikkan tenaga segar. Sebaliknya, pilihan Allegri terbatas akibat daftar cedera yang terus bertambah dan telah menggerus skuad Napoli. Ia secara khusus menyebut Lorenzo Lucca, Giovane, dan Noa Lang, serta dua pemain kelahiran 2008, sebagai satu-satunya pilihan yang tersedia. "Pada saat itu mereka melakukan lima pergantian dan memasukkan pemain-pemain yang segar serta kuat secara fisik. Kami ingin melakukan hal yang sama, tetapi saya hanya punya penyerang di bangku cadangan. Untuk memainkan pertandingan yang menguras energi seperti ini, Anda membutuhkan pergantian pemain. Jika tidak, Anda tidak bisa melakukannya, sesederhana itu. Anda hanya bisa menjaga tempo seperti itu jika memiliki delapan atau sembilan opsi pergantian," kata Allegri, seperti dikutipSky Sport Italia.

Meski mampu mengimbangi lawan selama satu jam pertama, tim Italia itu goyah ketika Porto meningkatkan tekanan. Sang pelatih frustrasi melihat cara timnya kebobolan. Allegri menyoroti kesalahan-kesalahan tertentu yang menggagalkan peluang timnya meraih hasil positif. Secara khusus, ia menyoroti kesalahpahaman di lini pertahanan yang melibatkan Sam Beukema. Keragu-raguan Beukema membuat Porto dapat merebut kembali bola dan membangun serangan yang menghasilkan peluang mencetak gol.

"Detail-detaillah yang menentukan perbedaan. Malam ini kami membuat kesalahan dalam dua situasi bola mati dan saat Meret membuang bola," jelas Allegri. "Beukema langsung menuju bola, bola itu diperebutkan dan ia harus menjaga pemain lawan. Itu adalah momen kurang konsentrasi; Beukema sudah bermain bagus, mungkin ia kelelahan. Detail-detail seperti inilah yang menentukan. Saat melawan Juve pun pertandingan berjalan lancar, lalu kesalahan tertentu menjadi penentu di level seperti ini."

Ketika tim-tim harus kembali bertanding setiap 72 jam di tengah aturan yang secara drastis meningkatkan waktu bermain efektif, pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa tidak ada tim yang bisa mempertahankan konsistensi di berbagai kompetisi tanpa pemain cadangan yang mampu memenuhi tuntutan fisik sejak peluit pertama hingga terakhir. Allegri mengakui kelelahan pada akhirnya memengaruhi para pemainnya, meski ia tetap bersikeras bahwa penampilan mereka merupakan kemajuan nyata dibandingkan hasil mengecewakan dalam laga domestik terakhir melawan Juventus.

"Tempo di Liga Champions tinggi dan kelelahan mulai terasa. Saya bisa menegur para pemain atas kesalahan dalam detail-detail kecil, tetapi selebihnya mereka berlari dan bermain. Dan tentu saja, penampilan ini lebih baik daripada saat melawan Juve di liga," kata Allegri.

Menjelang jeda internasional, Allegri ingin timnya melewati satu laga domestik lagi sebelum para pemain dapat memulihkan diri. Napoli akan menghadapi laga penting melawan Lazio, yang sudah disebut sang pelatih sebagai momen penentu musim mereka. Ia tetap berharap kembalinya para pemain yang cedera setelah jeda akan membantu tim menemukan konsistensi yang sulit mereka raih sepanjang periode musim gugur yang berat ini.

"Sekarang ada Lazio, rasanya seperti laga final. Lalu, selama jeda, para pemain akan pulih. Ada satu jeda yang saya lalui semasa di Juve dan itu berat... dalam sepakbola, momen seperti ini juga terjadi," pungkas Allegri.

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.