“Satu pemain saja tidak bisa membentuk sebuah tim sepak bola”: Mantan pemandu bakat Aston Villa klaim Youri Tielemans sudah menyesali kepindahannya senilai £35 juta pada musim panas ke Manchester United yang tengah kesulitan

“Satu pemain saja tidak bisa membentuk sebuah tim sepak bola”: Mantan pemandu bakat Aston Villa klaim Youri Tielemans sudah menyesali kepindahannya senilai £35 juta pada musim panas ke Manchester United yang tengah kesulitan

Mantan pencari bakat senior Aston Villa, Bryan King, yakin pengatur serangan asal Belgia, Youri Tielemans, mulai mempertanyakan keputusannya meninggalkan Villa Park pada musim panas setelah menjalani awal yang sulit di Manchester United. Gelandang berusia 29 tahun itu meninggalkan Midlands menuju Ol

Mantan pencari bakat senior Aston Villa, Bryan King, yakin pengatur serangan asal Belgia, Youri Tielemans, mulai mempertanyakan keputusannya meninggalkan Villa Park pada musim panas setelah menjalani awal yang sulit di Manchester United. Gelandang berusia 29 tahun itu meninggalkan Midlands menuju Old Trafford setelah Manchester United mengaktifkan klausul pelepasan senilai £35 juta dalam kontraknya.

Berbicara kepadaFootball Insider, King menilai pemain timnas Belgia itu kemungkinan berharap tetap bersama skuad Unai Emery yang sedang tampil gemilang, alih-alih pindah ke Manchester. Meski menjalani musim terakhir yang luar biasa di Midlands dan tampil mengesankan di Piala Dunia sebelum hengkang, gelandang itu tampak jauh dari performa terbaiknya dalam 12 penampilan bersama klub barunya. Belakangan, ia dimainkan dalam peran yang lebih menyerang di Old Trafford.

Setelah bergabung dengan Villa secara bebas transfer dari Leicester City pada 2023, Tielemans mencatatkan 134 penampilan dalam tiga musim dan menutup kiprahnya dengan mencetak gol pembuka melawan Freiburg di final Liga Europa.

Meski para pendukung berharap ia akan pensiun di Villa Park, klub berinvestasi kembali dengan baik pada musim panas ini. Ketika ditanya tentang kemenangan atas Manchester City pada Sabtu, King mengatakan kepada media tersebut: "Mereka sudah beradaptasi dan mulai tampil sangat baik. Villa terlihat sebagai tim yang bagus.

"Manchester City juga punya dua atau tiga peluang bagus, termasuk sundulan [Erling] Haaland lainnya yang disapu di garis gawang. Namun, dalam pertandingan itu, Villa jelas terlihat sebagai tim yang lebih baik daripada Manchester City.

"Rekrutmen selama musim panas tentu patut mendapat banyak pujian. Mereka tidak tinggal diam. Mereka bergerak dan membelanjakan uang yang mereka terima dari [Morgan] Rogers dan pemain-pemain lain.

"Saya yakin orang-orang seperti Tielemans mulai berpikir, 'Seandainya saya tetap di sana'. Satu pemain tidak membentuk sebuah tim sepakbola."

Meski kepergiannya yang mengejutkan semula dianggap sebagai pukulan besar, suporter Villa tidak menyimpan banyak rasa kesal terhadap gelandang itu karena ia tidak memaksakan kepindahan dan mendapatkan kontrak menggiurkan saat memasuki tahun-tahun terakhir kariernya.

Menjelaskan keputusannya pindah ke Old Trafford pada Agustus lalu, Tielemans mengatakan: "Saya sangat berterima kasih kepada Aston Villa. Saya berutang segalanya kepada mereka. Ini klub yang hebat, kami melakukan hal-hal luar biasa, dan mereka membantu saya kembali ke level terbaik.

"Namun, ada klub-klub di atas Villa, dan Manchester United adalah salah satunya. Bisa berada di sini merupakan pencapaian besar bagi pesepakbola mana pun. Itu berarti Anda telah menjalani karier dengan baik. Namun, perjalanan saya tidak berhenti di sini. Saya ingin meraih kesuksesan."

Bagaimana Tielemans masuk dalam rencana jangka panjang United masih belum pasti di tengah meningkatnya tekanan terhadap posisi pelatih di Old Trafford. Jika pelatih kepala Michael Carrick dipecat dalam beberapa pekan mendatang, pelatih baru bisa sepenuhnya mengubah peran pemain Belgia itu di lini tengah. Sementara itu, mantan rekan-rekan setimnya di Villa Park akan berusaha melanjutkan kemenangan penting atas City seiring kiprah impresif mereka pada musim gugur ini semakin menunjukkan momentum.

Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.

Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.

Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.

Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:

XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)

Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.