Suara.com -Ancaman keamanan di Arab Saudi menjadi sorotan menjelangPiala Asia 2027yang dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan.
Serangan rudal yang mengarah ke Bandara Internasional Riyadh memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pemain, ofisial, dan suporter yang akan datang ke negara tersebut.
Media Inggris, The Guardian, melaporkan pada Selasa (13/10/2026) bahwa serangan rudal di Riyadh memunculkan kekhawatiran baru menjelang turnamen sepak bola terbesar di Asia itu.
Situasi keamanan yang belum menentu membuat penyelenggaraan Piala Asia 2027 menghadapi tantangan serius, terutama karena Riyadh menjadi pusat pertandingan.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan tanggapan spesifik terkait persoalan keamanan tersebut.
The Guardian menyebut AFC menolak memberikan komentar ketika dimintai keterangan mengenai kekhawatiran para pemain.
Riyadh menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah muncul laporan serangan rudal yang diarahkan ke bandara internasional di ibu kota Arab Saudi tersebut.
Serangan yang dikaitkan dengan kelompokHouthidari Yaman itu menambah kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Riyadh akan menjadi lokasi utama Piala Asia 2027.
Dari delapan stadion yang disiapkan untuk turnamen, lima di antaranya berada di kota tersebut.
Sebanyak 31 pertandingan dijadwalkan berlangsung di Riyadh, termasuk laga pembuka yang mempertemukan tuan rumah Arab Saudi dengan Palestina hingga partai final.
Kondisi keamanan di ibu kota pun menjadi faktor penting dalam persiapan penyelenggaraan turnamen.
Kekhawatiran juga muncul di Al Khobar, wilayah di pesisir Teluk Persia yang akan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan.
Tujuh laga Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di kawasan tersebut.
JepangMundur dari Turnamen di Arab Saudi