Respons Tak Terduga Erick Thohir Usai Calvin Verdonk jadi Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM

Respons Tak Terduga Erick Thohir Usai Calvin Verdonk jadi Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM

Calvin Verdonk raih MOTM Liga Champions pertama bagi Indonesia dan Asia Tenggara.

Calvin Verdonk raih MOTM Liga Champions pertama bagi Indonesia dan Asia Tenggara.

Ia tampil penuh 90 menit saat Lille imbang lawan Bodo Glimt.

Prestasi ini mendatangkan apresiasi langsung dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Suara.com -Calvin Verdonkmengukir pencapaian bersejarah bersama klub Prancis,LOSC Lille, diLiga Champions2026/2027. Bek Timnas Indonesia itu menjadi pemain pertama dari Indonesia sekaligus Asia Tenggara yang meraih penghargaan Man of the Match (MOTM) di kompetisi antarklub tertinggi Eropa tersebut.

Prestasi itu diraih Verdonk saat Lille menghadapi wakil Norwegia, FK Bodo/Glimt, di Aspmyra Stadion, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.

Pencapaian Verdonk mendapat perhatian Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaannya atas torehan bek berusia 29 tahun tersebut.

"Calvin Verdonk mencetak sejarah di Liga Champions! Verdonk menjadi pemain pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang mendapatkan penghargaan Man of the Match di Liga Champions," tulis Erick.

Erick juga mengaku bangga bisa menyaksikan langsung sejarah yang ditorehkan pemain keturunan Belanda tersebut.

"Bangga bisa menjadi saksi sejarah Indonesia dan Asia Tenggara," lanjut Erick.

Verdonk memang tampil menonjol dalam pertandingan tersebut. Dipercaya sebagai starter, ia bermain penuh selama 90 menit dan mengisi posisi bek kiri Lille.

Kontribusinya terlihat dalam dua aspek permainan. Saat membantu serangan, Verdonk mencatatkan tiga umpan kunci yang membantu Lille menciptakan peluang.

Catatan itu hanya terpaut satu dari Soriba Diaoune yang menjadi rekan setimnya.

Di sektor pertahanan, Verdonk juga tampil disiplin dengan membukukan empat tekel, satu intersep, dan tiga sapuan. Ia turut membantu Lille meredam serangan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Distribusi bolanya juga cukup baik. Verdonk melepaskan empat umpan panjang dengan tiga di antaranya mencapai sasaran.

Akurasi umpannya secara keseluruhan tercatat sebesar 83 persen.

Hasil imbang tersebut menjadi poin pertama Lille di fase liga Liga Champions musim ini.

Sebelumnya, Les Dogues harus menelan tiga kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan pembuka.

Penghargaan MOTM yang diraih Verdonk pun menjadi catatan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Ia berhasil membawa nama Indonesia mencatatkan sejarah di panggung kompetisi elite Eropa.