KOMPAS.com -Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) periode 2026-2030 resmi menjadi induk organisasi olahraga domino setelah dilantik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua UmumKONI Pusat,Marciano Norman, dilangsungkan di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (20/8/2026), setelah PB Orado sebelumnya sudah diterima dan disahkan sebagai anggota.
Pelantikan tersebut sekaligus menegaskan posisi PB Orado dalam pembinaan dan pengembangan olahragadominosecara berjenjang di Indonesia.
Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial, mengatakan pelantikan ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai organisasi resmi yang menaungiolahraga dominodi Indonesia.
"Ini menjawab satu hal yang selama ini mungkin masih sering ditanyakan terkait organisasi resmi olahraga domino di Indonesia," kata Yooky kepada awak media selepas acara pelantikan.
Baca juga:Gabung Barcelona secara Permanen, Joao Cancelo Antusias Reuni Bareng Rodri
"PB Orado adalah induk organisasi olahraga domino yang telah diterima sebagai anggota KONI Pusat, dan hari ini kepengurusan PB Orado secara resmi dilantik oleh KONI Pusat," tambahnya.
Menurut Yooky, amanah tersebut harus diwujudkan dengan membina dan mengembangkan olahraga domino secara resmi dan berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Saat ini, Orado telah hadir di 38 provinsi dan 309 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dengan jaringan yang luas tersebut, PB Orado telah menyusun sejumlah program prioritas yang berupaya diwujudkan selepas pelantikan.
PB Orado akan memprioritaskan pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kualitas wasit, pembentukan klub, pembangunan sistem kompetisi yang jelas dengan format liga, serta penyelenggaraan pertandingan yang profesional.
Baca juga:Enzo Fernandez Dipuji Xabi Alonso Jelang Laga Pembuka Liga Inggris
"Ke depan kami juga akan punya liga domino. Berarti akan ada klub-klub domino yang akan hadir di seluruh Indonesia. Tentunya klub bisa lebih fokus membina para atlet," tutur Yooky.
Lebih jauh, Yooky mengatakan, Orado juga akan dikembangkan sebagai bagian darisport industry.
Dengan konsep tersebut, olahraga domino diharapkan memiliki nilai prestasi, hiburan, sekaligus nilai ekonomi.
Namun, ia menegaskan bahwa atlet tetap harus menjadi pusat dari pengembangan olahraga domino.
Baca juga:Pengakuan Lukaku Soal Tahun Terakhir di Napoli: Musim Terburuk!
"Kami akan memanfaatkan teknologi agar pertandingan domino bisa ditonton dengan menarik. Kita akan membangun klub, turnamen, liga, merchandise, dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak," ungkapnya.
Selain itu, PB Orado juga menyatakan olahraga domino akan dipertandingkan sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
"Insya Allah kami akan ikut serta di ekshibisiPON 2028. Kami akan coba membuat ekshibisi yang baik agar pihak KONI menyetujui untuk ikut PON berikutnya di 2032," ungkap Yooky.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT