Real Madrid vs Inter Milan: Mourinho Lawan Tim yang Masih Sempurna

Real Madrid vs Inter Milan: Mourinho Lawan Tim yang Masih Sempurna

Jose Mourinho menghadapi mantan klub yang pernah dibawanya juara Eropa, sementara Inter datang dengan modal sempurna.

Jose Mourinho menghadapi mantan klub yang pernah dibawanya juara Eropa, sementara Inter datang dengan modal sempurna.

Liputan6.com, Jakarta -Real Madridmengawali perjalanan diLiga Championsdengan menjamuInter Milandi Santiago Bernabeu. Duel ini menjadi laga spesial bagiJose Mourinhokarena menghadapi klub yang pernah dibawanya meraih trofi Eropa pada 2010.

Mourinho mengusung ambisi membawa Real Madrid meraih gelar Liga Champions ke-16. Namun, kekalahan 0-1 dari Real Betis menjadi sinyal bahwa Los Blancos masih memiliki pekerjaan rumah.

Inter datang dengan modal lebih meyakinkan setelah menyapu bersih tiga laga awal Serie A. Nerazzurri mengalahkan Monza, Cagliari, dan Napoli untuk mengoleksi sembilan poin.

Kedua tim juga memiliki catatan berbeda di Liga Champions. Real Madrid sangat kuat pada laga pembuka, sedangkan Inter berusaha memperbaiki hasil buruk mereka dalam beberapa edisi terakhir.

Real Madrid memenangkan 17 dari 19 laga pembuka Liga Champions terakhir mereka. Los Blancos juga selalu menang dalam lima laga pembuka terakhir sejak takluk 2-3 dari Shakhtar Donetsk pada 2020.

Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Mourinho untuk memulai kampanye Eropa bersama Real Madrid. Terlebih, klub ibu kota Spanyol itu belum mampu mencapai semifinal dalam dua musim terakhir setelah tersingkir di perempat final.

Mourinho sebelumnya membawa Inter menjadi juara Liga Champions 2010. Kini, 16 tahun setelah kesuksesan tersebut, ia memiliki tugas membawa Real Madrid kembali menguasai Eropa.

Namun, kekalahan dari Real Betis menjadi peringatan bagi Los Blancos. Kylian Mbappe bahkan gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan tersebut, yang semakin menyoroti persoalan mereka di awal musim.

Inter datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A. Mereka bahkan menundukkan Napoli 3-2 melalui gol Lautaro Martinez pada masa injury time setelah sempat tertinggal.

Cristian Chivu kini memimpin Inter setelah tim tersebut meraih gelar ganda Serie A dan Coppa Italia. Pencapaian itu menjadi pengingat terhadap era kejayaan Nerazzurri bersama Mourinho pada musim 2009-10.

Namun, Inter memiliki catatan buruk saat menghadapi Real Madrid pada era modern. Mereka menelan empat kekalahan beruntun sejak kemenangan 3-1 pada 1998, termasuk tiga pertemuan terakhir tanpa mencetak gol.

Pertandingan di Bernabeu pun menjadi ujian awal bagi kedua tim. Real Madrid ingin mengawali misi meraih trofi Eropa ke-16 dengan kemenangan, sedangkan Inter berambisi memutus dominasi Los Blancos sekaligus melanjutkan start sempurna di musim ini.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Main di Liga Champions Lagi, Titik Lemah Manchester United Bikin Was-Was