Real Madrid Pecundangi Barcelona di Camp Nou, Jose Mourinho Umbar Luka Lama

Real Madrid Pecundangi Barcelona di Camp Nou, Jose Mourinho Umbar Luka Lama

Suara.com -Real Madridsukses meraih kemenangan di derby El Clasico melawanBarcelonadi Camp Nou, Senin (26/10) dinihari WIB.

Suara.com -Real Madridsukses meraih kemenangan di derby El Clasico melawanBarcelonadi Camp Nou, Senin (26/10) dinihari WIB.

PasukanJose Mourinhomeraih kemenangan 2-1 atas Blaugrana. Dua gol Madrid diborong olehKylian Mbappesedangkan gol Barcelona dicetak oleh Raphinha.

Kemenangan Real Madrid ini menambah rasa sakit hati fans Barcelona terhadap pelatih berjuluk The Spesial One tersebut.

Jose Mourinho menilai suporter Blaugrana tidak akan pernah memaafkannya setelah ia menggagalkan peluang Barcelona menjuarai Liga Champions 2009/2010 di Stadion Santiago Bernabeu.

Mourinho secara terbuka mengakui statusnya sebagai figur yang tidak disukai oleh pendukung Barcelona.

Hal itu tidak lepas dari keberhasilannya membawa Inter Milan menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2010, sebelum akhirnya bergabung dengan Real Madrid.

"Camp Nou tidak akan pernah memaafkan saya karena telah merampas kesempatan mereka untuk memenangkan Liga Champions di Bernabeu. Saya adalah persona non grata bagi pendukung Barcelona," ujar Mourinho dinukil SPORT.

Mourinho Singkirkan Barcelona Bersama Inter Milan

Perseteruan Mourinho dengan Barcelona mencapai puncaknya pada semifinal Liga Champions musim 2009/2010. Saat itu, Mourinho menangani Inter Milan yang harus menghadapi Barcelona asuhan Pep Guardiola, salah satu tim terkuat di Eropa.

Inter Milan tampil meyakinkan pada leg pertama dengan kemenangan 3-1. Meski kalah 0-1 pada leg kedua di Camp Nou, klub Italia tersebut tetap lolos ke final dengan keunggulan agregat 3-2.

Mourinho pun membela strategi yang diterapkannya dalam pertandingan tersebut. Ia menegaskan bahwa Inter sudah menunjukkan kualitas permainan saat tampil di Milan.

"Tontonan itu kami berikan di Milan. Kami menang 3-1 dan bahkan bisa mencetak empat gol," kata Mourinho.

Ia juga menjelaskan pendekatannya ketika Inter bermain di Camp Nou. Menurutnya, tim harus mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan demi memastikan tiket ke final.

"Di Barcelona, kami harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-10. Dalam situasi seperti itu, pilihannya adalah bertindak konyol dan kebobolan lima gol, atau bereaksi seperti juara dan memastikan kelolosan," ujarnya.

Selain membahas rivalitas dengan Barcelona, Mourinho juga berbicara mengenai kepribadiannya yang kerap memancing perdebatan.