Suara.com -Rayo Vallecanomengecam keras insiden pelemparan benda ke lapangan yang menyebabkan pertandingan melawan Athletic Club Bilbao dihentikan di Stadion Vallecas.
Klub yang dibela kiperTimnas Indonesia,Emil Auderoitu menuding aksi tersebut bukan kejadian spontan, melainkan tindakan terencana oleh kelompok terorganisasi yang bertujuan menghentikan pertandingan.
Dalam pernyataan resminya yang dipublikasikan melalui situs klub, Rayo Vallecano menyebut insiden tersebut membahayakan keselamatan pemain, wasit, serta suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan.
Klub juga menilai aksi tersebut telah merusak citra Rayo Vallecano.
Manajemen menegaskan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah insiden dan memastikan pertandingan tetap berlangsung.
Rayo Vallecano Sebut Aksi Ultras Bukan Kebetulan
Rayo Vallecano menyatakan aksi pelemparan benda ke lapangan dilakukan secara terkoordinasi.
Menurut klub, sejumlah orang di salah satu tribun berulang kali melemparkan benda ke lapangan meski sudah mendapat peringatan.
Pihak klub mengaku telah mengerahkan sukarelawan dan petugas pengambil bola untuk membersihkan benda-benda yang dilemparkan agar pertandingan bisa dilanjutkan.
Namun, setiap kali lapangan dibersihkan, benda-benda kembali dilemparkan oleh kelompok suporter yang berada di tribun tersebut.
Peringatan melalui pengeras suara dan papan videotron stadion juga disebut tidak diindahkan.
Bahkan, kapten tim dan sejumlah perwakilan klub mendatangi tribun untuk meminta para pelaku menghentikan tindakan mereka.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, pertandingan akhirnya dihentikan secara permanen setelah koordinator keamanan Kepolisian Nasional Spanyol menyampaikan kepada wasit bahwa kondisi keamanan tidak memungkinkan laga dilanjutkan.
Bukan Insiden Pertama, Bukaneros Jadi Sorotan
Dalam pernyataan yang sama, Rayo Vallecano menyoroti kelompok ultras Bukaneros.