Achraf Hakimi tampil gemilang sebagai bek sayap dengan mencetak tiga gol untuk mengantar Paris Saint-Germain menang telak 5-1 atas Le Havre. Meski sempat dikejutkan Josh Maja pada awal pertandingan, tim asuhan Luis Enrique menunjukkan keunggulan taktiknya untuk mempertahankan keunggulan di puncak klasemen Ligue 1.
PSG melanjutkan upaya tanpa henti untuk meraih gelar Ligue 1 lainnya dengan melumat Le Havre 5-1 di Stade Oceane. Laga diawali kejutan ketika Maja membawa tuan rumah unggul pada menit ke-18, memanfaatkan kelengahan yang jarang terjadi di lini belakang PSG.
Namun, PSG merespons dengan permainan yang tertata, menyamakan kedudukan melalui Mika Godts sebelum berbalik unggul saat jeda berkat gol pertama dari tiga gol kapten mereka, Hakimi. Pemain timnas Maroko itu menjadi sosok utama malam itu, menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu bek menyerang terbaik di dunia.
Pada babak kedua, tim asuhan Enrique semakin menguasai pertandingan dan menekan Le Havre dengan penguasaan bola 71 persen. Hakimi mencetak gol keduanya pada menit ke-55 sebelum memberi assist kepada Senny Mayulu untuk menjadikan skor 4-1. Kemenangan telak itu dituntaskan pada menit ke-69 saat Hakimi melengkapi hat-trick-nya, menutup penampilan individu yang luar biasa.
Meski perbandingan *expected goals* (xG) secara mengejutkan cukup ketat, yakni 2,045 berbanding 2,78 untuk keunggulan tuan rumah, penyelesaian akhir PSG yang efektif dan kemampuan mereka mempertahankan penguasaan bola memastikan skor mencerminkan keunggulan teknik mereka atas tim juru kunci.
GOALmemberi nilai kepada para pemain PSG dari Stade Oceane...
Matvey Safonov - 6/10:Penjaga gawang asal Rusia ini lebih banyak menjadi penonton sepanjang laga, tetapi tak bisa berbuat banyak untuk mencegah gol pembuka Maja yang dituntaskan dengan baik.
Achraf Hakimi - 10/10:Penampilan sempurna dari sang kapten. Mencetak hat-trick (menit ke-28, ke-55, dan ke-69) dari posisi bek kanan merupakan pencapaian statistik yang tidak biasa dan menegaskan peran uniknya dalam sistem ini. Selain mencetak gol, ia memberi assist untuk Mayulu dan juga untuk gol penyeimbang Godts. Ia menjadi motor utama serangan PSG, terus merangsek maju dan memanfaatkan ruang di antara area tengah dan sayap.
Illia Zabarnyi - 6/10:Malam yang relatif tenang bagi pemain asal Ukraina ini, meski ia akan kecewa karena lini pertahanan PSG membiarkan Le Havre melepaskan lima tembakan tepat sasaran meski penguasaan bola mereka terbatas. Ia tampil lebih baik setelah gol awal tersebut dan terlihat nyaman bertahan menghadapi serangan balik pada babak kedua.
Lucas Hernandez - 7/10:Kokoh dan dapat diandalkan, Hernandez memberikan keamanan di lini pertahanan yang memungkinkan Hakimi dan Lucas Digne leluasa maju. Ia memenangi sebagian besar duel dan berperan penting dalam tahap awal membangun serangan, memastikan bola cepat bergerak ke area tengah lapangan.
Lucas Digne - 7/10:Digne tampil seimbang di sisi kiri, memberi kelebaran saat diperlukan, tetapi lebih sering bergerak ke dalam untuk menjaga struktur pertahanan. Umpannya dari area sayap tetap menjadi ancaman, dan ia bekerja sama dengan baik bersama Godts pada babak pertama.
Warren Zaire-Emery - 8/10:Pemain muda sensasional ini sekali lagi menjadi jantung lini tengah PSG. Kemampuannya keluar dari tekanan dan membawa bola melewati area tengah sangat penting. Ia mendominasi duel di tengah, memastikan Le Havre tidak bisa membangun momentum setelah gol awal mereka.
Dro Fernandez - 7/10:Fernandez menunjukkan disiplin taktis yang dibutuhkan untuk menjadi jangkar lini tengah. Ia tetap berada di posisi lebih dalam untuk melindungi bek tengah ketika Hakimi maju, menunjukkan kecerdasan posisi yang tinggi dan operan akurat di ruang sempit.
Senny Mayulu - 9/10:Penampilan menonjol dari pemain muda ini. Ia memberi assist untuk gol pertama Hakimi pada menit ke-28 lewat operan cerdik dan turut mencetak gol pada menit ke-62. Pergerakannya di antara lini terus merepotkan lini tengah Le Havre.
Maghnes Akliouche - 7/10:Meski tidak mencetak gol ataupun assist, daya tarik Akliouche membuat para pemain bertahan keluar dari posisinya, menciptakan celah yang dimanfaatkan Hakimi dan Mayulu. Kualitas tekniknya saat berbalik arah tetap menjadi aset penting dalam skema taktis Enrique.
Ferran Torres - 6/10:Torres memimpin lini depan dengan kerja keras seperti biasanya, tetapi sulit mendapatkan peluang matang. Ia lebih berperan sebagai pengalih perhatian, meregangkan barisan tiga bek Le Havre agar para penyerang sayap yang bergerak ke tengah dan bek sayap yang merangsek maju bisa menimbulkan masalah.
Mika Godts - 8/10:Godts mencetak gol penyeimbang krusial pada menit ke-26, meredakan kegugupan setelah PSG tertinggal. Ia bermain lugas dan agresif di sayap, berkali-kali berhasil melewati pemain yang menjaganya sebelum ditarik keluar menjelang akhir laga.
Lucas Beraldo - 6/10:Masuk pada menit ke-63 menggantikan Akliouche untuk memperkokoh pertahanan saat PSG berupaya mempertahankan keunggulan hingga laga usai. Ia tenang saat menguasai bola dan langsung menyatu dengan lini belakang.
David Boly - Tidak dinilai:Masuk pada menit ke-71 menggantikan Hakimi, memberi kesempatan kepada pencetak hat-trick itu untuk menerima tepuk tangan sambil berdiri yang memang layak ia dapatkan. Tak banyak yang perlu ia lakukan karena pertandingan sudah dimenangi.
Quentin Ndjantou - Tidak dinilai:Masuk menjelang akhir laga menggantikan Godts dan mendapat menit bermain berharga dalam pertandingan yang menghasilkan banyak gol.
Luis Enrique - 9/10:Rancangan taktis Enrique dijalankan dengan sempurna. Meski timnya tertinggal lebih dulu, ia tidak panik dan percaya bahwa kualitas teknik para pemainnya yang lebih tinggi pada akhirnya akan membuat lawan kewalahan. Keputusannya memberi Hakimi kebebasan penuh menjadi langkah brilian yang menentukan pertandingan.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global