Raphinha bertahan! Barcelona ikat kapten asal Brasil yang gemilang itu dengan kontrak baru bernilai besar hingga 2030

Raphinha bertahan! Barcelona ikat kapten asal Brasil yang gemilang itu dengan kontrak baru bernilai besar hingga 2030

Barcelona resmi memastikan Raphinha bertahan untuk jangka panjang setelah pemain asal Brasil itu menandatangani perpanjangan kontrak besar yang membuatnya tetap di klub hingga 2030. Kapten berusia 29 tahun itu tampil luar biasa musim ini dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang

Barcelona resmi memastikan Raphinha bertahan untuk jangka panjang setelah pemain asal Brasil itu menandatangani perpanjangan kontrak besar yang membuatnya tetap di klub hingga 2030. Kapten berusia 29 tahun itu tampil luar biasa musim ini dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang paling tajam di dunia sepak bola.

Barcelona mengonfirmasi bahwa Raphinha telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang masa baktinya di klub selama beberapa tahun ke depan. Kontrak baru itu memastikan pemain timnas Brasil tersebut bertahan di Camp Nou setidaknya hingga 30 Juni 2030. Perpanjangan ini menunjukkan keseriusan Barcelona dalam mempertahankan pemain yang telah berkembang menjadi sosok pemimpin penting di skuad utama.

Klub mengumumkan kabar tersebutpada Kamis pagi, seraya menegaskan keinginan kedua pihak untuk melanjutkan kerja sama yang telah menghasilkan sejumlah trofi: "FC Barcelona dan Raphael Dias Belloli, yang dikenal di dunia sepak bola sebagai Raphinha, telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak sang pemain sehingga ia akan bertahan di klub hingga 30 Juni 2030. Pemain asal Brasil itu bergabung dengan Barça pada musim 2022/23. Sejak itu, ia telah tampil 190 kali, mencetak 94 gol, serta memenangi tiga gelar La Liga (2022/23, 2024/25, dan 2025/26), satu Copa del Rey (2024/25), dan tiga Piala Super Spanyol (2022/23, 2024/25, dan 2025/26). Bahkan, saat menghadapi Aston Villa, ia menyamai Adriano Correia sebagai pemain Brasil dengan jumlah penampilan terbanyak keempat dalam sejarah FC Barcelona."

Ketajaman terbaru penyerang Brasil itu membawanya mencapai 94 gol untuk Barcelona, sekaligus menyamai catatan Ronaldinho. Bagi pemain yang datang di tengah sorotan tajam, menyamai jumlah gol sosok legendaris yang dahulu membuat publik Camp Nou terpukau merupakan pencapaian pribadi yang luar biasa.

Dengan menyamai salah satu sosok yang paling dicintai dalam sejarah sepak bola, Raphinha kian mengukuhkan tempatnya di jajaran pemain Brasil terbaik yang pernah mengenakan seragam Barcelona. Ronaldinho menghadirkan permainan samba yang memukau dan aksi-aksi tak terlupakan, sementara Raphinha menorehkan kisahnya sendiri lewat kegigihan, ketepatan taktis, dan penyelesaian akhir yang tenang. Pencapaian luar biasa ini mengangkatnya dari pemain yang berkontribusi penting menjadi bagian dari kisah legendaris Barcelona, menempatkan namanya berdampingan dengan para pemain terbaik sepanjang masa.

Keputusan menawarkan perpanjangan kontrak jangka panjang terutama didorong oleh produktivitas luar biasa Raphinha pada bulan-bulan awal musim 2026-27. Ia sudah mencetak 19 gol musim ini, dengan 15 gol di La Liga dan empat di Liga Champions. Ketajaman itu menempatkannya di puncak daftar pencetak gol kompetisi domestik dan menjadikannya salah satu penyerang yang bisa dibilang paling berbahaya di sepak bola Eropa saat ini.

Peran penting Raphinha tidak hanya terlihat dari kontribusi golnya. Musim ini, ia juga mengemban peran kepemimpinan yang besar di dalam skuad. Kemampuannya memimpin lewat teladan, ditambah gaya bermainnya yang menekan lawan di area atas lapangan, membuatnya menjadi favorit para pendukung Barcelona. Petinggi klub memandang perpanjangan kontraknya sebagai prioritas untuk memastikan para pemain inti tetap bersama saat tim menjalani jadwal padat di berbagai kompetisi.

Pengumuman ini menjadi dorongan besar bagi skuad yang bersiap menghadapi laga penting melawan Atletico Madrid akhir pekan ini. Menjelang jeda internasional, Barcelona akan mengandalkan kaptennya yang baru memperpanjang kontrak untuk melanjutkan rentetan golnya dan menjaga tim tetap di puncak klasemen. Kehadirannya memberikan keunggulan taktis yang akan krusial dalam upaya meraih lebih banyak trofi.

Ditulis olehDonny Afroni

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.