Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Suara.com -Mantan pemain TimnasBelgia,Radja Nainggolan, mengaku menyesal tidak pernah memilih membelaTimnas Indonesiasepanjang kariernya.

Suara.com -Mantan pemain TimnasBelgia,Radja Nainggolan, mengaku menyesal tidak pernah memilih membelaTimnas Indonesiasepanjang kariernya.

Pemain berdarah Batak itu kini menyadari besarnya popularitas sepak bola di Tanah Air, termasuk perhatian dan fasilitas yang bisa dinikmati para pemain tim nasional.

Dalam wawancara dengan media Belgia, Het Nieuwsblad, Nainggolan juga menyoroti besarnya antusiasme suporter Indonesia.

Nainggolan menilai, bermain untuk Timnas Indonesia bukan hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga dapat memberikan keuntungan bagi citra dan masa depan seorang pemain setelah pensiun.

“Di sana ada 70 ribu orang yang menonton pertandingan melawan Vietnam atau Irak. Mereka begitu fanatik,” ujar Nainggolan, seperti dikutip dari Het Nieuwsblad.

Nainggolan Soroti Kemewahan Pemain Timnas Indonesia

Nainggolan juga menyinggung besarnya dukungan finansial dan fasilitas yang bisa diterima pemain Timnas Indonesia.

Nainggolan menyebut sejumlah pemain bahkan mendapatkan sponsor dari merek mewah dunia.

“Uang juga dihambur-hamburkan. Para pemain bahkan disponsori Louis Vuitton, Hublot, Rolex,” kata Nainggolan.

Nainggolan kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kondisiIvar Jennerketika masih bermain di Belanda.

Menurut Nainggolan, Jenner saat itu hanya bermain untuk Jong Utrecht, tim cadangan FC Utrecht.

“Padahal, seorang pemain tim nasional seperti Ivar Jenner di sini hanya bermain untuk Jong Utrecht,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan Nainggolan mengenai besarnya nilai komersial yang dapat diperoleh pemain ketika menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Popularitas sepak bola nasional, menurut dia, bisa menjadi modal penting untuk membangun citra dan peluang bisnis di masa depan.

Akui Salah Mengambil Keputusan