KOMPAS.com -Hubungan antara Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memanas usai AFC memutuskan bergabung dengan UEFA dan Concacaf untuk menyerang Presiden FIFA Gianni Infantino.
PresidenQFAHamid bin Khalifa Al Thani mengirim surat kepada PresidenAFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa terkait keputusan untuk bergabung denganUEFAdanConcacaf.
Hamad bin Khalifa merasa bahwa dirinya maupun QFA tidak dimintai pendapat apapun sebelum surat terbuka diberikan kepadaFIFA.
Baca juga:Selandia Baru Tarik Dukungan untuk Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA
QFA merasa keberatan karena keputusan AFC dianggap tidak mewakili suara kolektif dari para anggota mereka.
"Pandangan kolektif harus dipastikan terlebih dahulu; pandangan itu tidak dapat diasumsikan, dan tidak dapat diwujudkan hanya dengan deklarasi," tulis Al-Thani, anggota Komite Eksekutif AFC dan anggota Dewan FIFA, dalam surat yang dilihat oleh Reuters.
Gianni Infantinoterus mendapat tekanan dan pemberontakan dari UEFA, AFC, dan Concacaf di tengah upayanya untuk kembali terpilih tahun depan.
Ketiga konfedrasi itu mengecam rencana Infantino untuk menginvestaskan kompetisi FIFA seperti Piala Dunia kepada swasta.
QFA merasa keputusan itu sama sekali tidak mewakili pendapatnya. Alhasil, mereka mendesak AFC untuk menjelaskan dasar apa yang membuat mereka memiliki sikap tersebut.
Baca juga:Asosiasi Sepak Bola Irlandia Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino
Dalam suratnya kepada presiden AFC, Al-Thani merasa keberatan dengan apa yang dilakukan oleh AFC karena sama sekali tidak melibatkan anggotanya.
"Baik QFA maupun saya pribadi ... tidak dimintai pendapat, baik secara formal maupun informal, sebelum pernyataan itu dikeluarkan," jelasnya.
"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya yang diberikan, tidak ada draf yang diedarkan, dan tidak ada kesempatan yang diberikan untuk mengomentari, atau berkontribusi pada, isinya sebelum dirilis secara publik atas nama AFC dan atas nama anggota AFC."
Baca juga:Enam Asosiasi Sepak Bola Arab Nyatakan Dukungan kepada Gianni Infantino
Qatar secara tersirat memberi dukungan kepada Gianni Infantino terlepas dari keputusannya untuk mengomersilkan kompetisi mereka.
Qatar termasuk di antara enam kepala asosiasi sepak bola nasional Arab yang mendukung Infantino di tengah krisis FIFA menyusul kegagalan proposal investasi swasta.
Selain itu, dukungan juga diberikan oleh kepala federasi sepak bola Mesir, Hany Abo Rida, Fouzi Lekjaa dari Maroko, dan Ahmed Yahya dari Mauritania yang juga anggota Dewan FIFA.
Baca juga:Donald Trump Bela Gianni Infantino, Klaim Kesalahan Besar Jika Copot Jabatannya di FIFA
"Kami sangat menghargai upaya berkelanjutan Bapak Infantino untuk memajukan sepak bola secara global, memperluas peluang di semua wilayah, dan memperkuat peran permainan ini dalam menyatukan orang dan komunitas," jelas mereka.
Sebelumnya, Infantino sempat berencana memisahkan hak komersial Piala Dunia dan melepas sekitar 20 persen saham kepada investor swasta.
Langkah tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS, sebelum akhirnya rencana itu dibatalkan menyusul kontroversi yang muncul.