KOMPAS.com -PSSI terus menggenjot pembinaan sepak bola putri usia muda. Dimulai dari Clairefontaine hingga ke Srikandi Merdeka Cup 2026.
PSSIberupaya menjaga konsistensinya dalam pembinaan sepak bola putri usia muda.
Prestasi yang dibangun tidak dalam waktu singkat itu kini mulai menunjukkan hasil positif.
Diawali dari pemusatan latihan di Clairefontaine melalui kolaborasi PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 3-9 Mei 2026, kiniTimnas Putri U17 Indonesiamampu tampil baik dengan menembus semifinalSrikandi Merdeka Cup 2026.
Turnamen yang digelar di Supersoccer, Arena, Kudus, pada 14–23 Agustus 2026 ini mempertemukan delapan tim dari tujuh negara Asia.
Baca juga:Jadwal Arsenal Vs Coventry City, Awal dari Ambisi Besar Arteta
Indonesia menurunkan dua wakil, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang ditangani Takumi Taniguchi.
Enam tim lainnya adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Srikandi Merdeka Cupmerupakan kolaborasi PSSI dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, sekaligus bagian dari jalur pembinaan berjenjang yang menghubungkan MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, dan panggung internasional.
Menurut Ketua Umum PSSI,Erick Thohir, kesempatan bertanding melawan negara-negara Asia sama pentingnya dengan hasil yang diraih di lapangan.
Turnamen ini menjadi ruang untuk menilai perkembangan pemain secara menyeluruh—mulai dari kemampuan teknis dan pemahaman taktik, hingga pola hidup, sikap, mentalitas, dan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Baca juga:Laga Play off ACL 2 Persib Vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat
"Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus mendorong pengembangan timnas putri, baik di usia muda dan level timnas tanpa membedakan dengan para pemain putra. Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Perwakilan pemain Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, menilai kesempatan yang diberikan PSSI menunjukkan perhatian terhadap sepak bola putri usia muda.
Pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League itu menyebut pengalaman di Prancis dan Kudus saling melengkapi.
“Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional. Setelah berlatih di Clairefontaine, sekarang kami bisa bertanding di Kudus melawan negara-negara Asia," ujar Ayla.
Ayla menambahkan bahwa kesempatan bermain di level internasional membantu para pemain memahami tuntutan sepak bola yang lebih tinggi.
"Kami merasakan perhatian PSSI terhadap perkembangan pemain putri semakin besar. Pengalaman ini membuat kami ingin terus belajar, bekerja keras, dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia siap berkembang,” tutur Ayla.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT