Sejumlah pemain Barcelona dikabarkan keberatan dengan kebijakan Hansi Flick yang mewajibkan tim menginap di hotel demi menjaga kebugaran.
Liputan6.com, Jakarta -KebijakanHansi Flickterkait pemulihan fisik pemainBarcelonamulai menuai keberatan. Sejumlah pemain dikabarkan tidak nyaman karena harus menghabiskan banyak waktu di hotel, terutama saat jadwal pertandingan padat.
Situasi ini mencuat setelah Barcelona kalah beruntun dari PSG di Liga Champions dan Real Madrid di La Liga. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri rekor sempurna Blaugrana.
Usai kekalahan dalam El Clasico, Flick menyebut kurangnya kesegaran fisik sebagai salah satu penyebab buruknya performa tim. Namun, laporan Xavi Hernandez Navarro dariARAmengungkap adanya perbedaan pandangan di ruang ganti.
Sejumlah pemain merasa lebih nyaman beristirahat di rumah bersama keluarga. Mereka menilai waktu bersama orang terdekat juga penting untuk memulihkan kondisi mental.
Perbedaan pandangan itu mencuat setelah Barcelona menang 5-2 atas Real Betis di Estadio de La Cartuja. Cuaca buruk membuat skuad tidak bisa terbang pulang pada malam pertandingan.
Para kapten lebih memilih menunggu di bandara dengan harapan cuaca membaik. Namun, Flick memutuskan seluruh anggota tim menginap di hotel di Sevilla dan baru kembali ke Barcelona keesokan harinya.
Dua hari kemudian, Barcelona harus bertolak ke Paris untuk menghadapi PSG. Flick menilai gangguan jadwal tersebut turut memengaruhi persiapan tim menghadapi PSG dan Real Madrid.
Flick juga melibatkan konsultan tidur Anna West untuk memantau pemulihan pemain. Aspek yang diperhatikan meliputi suhu kamar, perlengkapan tidur, penggunaan layar gawai, hingga kebiasaan tidur.
Persoalan menginap di hotel sebenarnya bukan hal baru di Barcelona. Mantan kapten Carles Puyol dan Xavi Hernandez sebelumnya juga pernah meminta agar durasi menginap yang dianggap tidak perlu dikurangi.
Pep Guardiola dan Luis Enrique sempat melonggarkan aturan tersebut. Sebaliknya, Flick menerapkan pendekatan lebih ketat dengan memperhatikan berbagai detail dalam rutinitas pemain.
Namun, pemulihan fisik tidak hanya bergantung pada pengaturan tidur. Sebagian pemain merasa lebih segar secara mental ketika bisa makan malam, bertemu keluarga, dan beristirahat di rumah sendiri.
Flick kini harus menemukan keseimbangan antara standar pemulihan yang diterapkannya dan kebutuhan pemain. Apalagi, Barcelona akan menghadapi Aston Villa dan Atletico Madrid dalam rentang satu pekan ke depan.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Barcelona Harus Bangkit Saat Lawan Alaves
Opsi Darurat di Jantung Pertahanan Barcelona
Krisis Lini Belakang Barcelona Memburuk
Tempat Menonton Chelsea vs Manchester United di Liga Inggris 2026/2027