Presiden DFB Kritik Infantino, Disebut Tak Bertanggung Jawab!

Presiden DFB Kritik Infantino, Disebut Tak Bertanggung Jawab!

PresidenAsosiasi Sepakbola Jerman(DFB) Bernd Neuendorf mengkritik PresidenFIFAGianni Infantino. Kritiknya berkaitan wacana penjualan sahamPiala Dunia.

PresidenAsosiasi Sepakbola Jerman(DFB) Bernd Neuendorf mengkritik PresidenFIFAGianni Infantino. Kritiknya berkaitan wacana penjualan sahamPiala Dunia.

Infantino jadi sorotan tajam usai proposal kontroversial yang dibuatnya. Pria berusia 56 tahun ini mau menjual saham Piala Dunia lewat FIFA Forward Enterprise (FFE), dengan valuasi investasi mencapai 20 miliar dolar AS.

Wacana pembentukan FFE dikecam keras beberapa negara anggota FIFA, utamanya dari konfederasi UEFA dan CONCACAF. UEFA bahkan mengancam untuk memboikot Piala Dunia apabila proposal Infantino terealisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penolakan dan kecaman dari berbagai pihak membuat Infantino membatalkan pembentukan FFE. Wacana penjualan saham Piala Dunia pun gugur.

Batalnya rencana pembentukan FFE diapresiasi negara-negara Eropa, salah satunya Jerman. DFB melalui presidennya Bernd Neuendrof memuji sikap satu suara para anggota UEFA dalam menentang wacana tersebut.

Di sisi lain, Neundrof mengkritik Gianni Infantino selaku otak di balik proposal penjualan saham Piala Dunia. Menurutnya Infantino tak bekerja untuk kepentingan sepakbola.

"Peristiwa seputar proyek yang diprakarsai oleh Gianni Infantino ini sekarang harus diklarifikasi sepenuhnya. Presiden FIFA bertindak sepihak, tanpa transparansi, dan pada akhirnya tidak bertanggung jawab demi kepentingan sepakbola," kata Neundrof, dilansir dariBavarian Football Works.

Statement by DFB president Bernd Neuendorfpic.twitter.com/KzcjqP2Vzk

"Bersama dengan UEFA dan konfederasi lainnya, kita harus memastikan berbagai bdaya yang berbeda dibangun di FIFA. Budaya di mana keputusan sekali lagi dibahas dan dibuat oleh para anggota dalam badan-badan terkait," ujarnya.

Polemik seputar FFE dan wacana penjualan saham Piala Dunia sedikit banyak mempengaruhi peta perpolitikan FIFA jelang pemilihan presiden 2027. Gianni Infantino, yang sudah berkuasa sejak 2016, mulai kehilangan dukungan dari negara-negara anggota, terutama dari UEFA.

Foto artikel