KOMPAS.com - Federasi sepak bola Inggris dan Wales menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino untuk terpilih kembali jadi Presiden FIFA.
Sebelumnya,Gianni Infantinosempat menggegerkan jagat sepak bola dunia usai mengungkap gagasan soal penjualan hak komersial Piala Dunia kepada investor privat.
FIFAsendiri disebut ingin membentuk sebuah anak perusahaan dengan nilai 20 miliar dolar Amerika Serikat dan melepas 20 persen saham pada investor luar.
Investor luar tersebut ditengarai adalah Joshua Kushner yang disebut memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump karena merupakan adik dari menantu Presiden Amerika Serikat tersebut, yaitu Jared Kushner.
Seperti dikutip dari Daily Mail, asosiasi sepak bola Inggris (FA) sempat mengungkap pada Sabtu (1/8/2026) soal perubahan di puncuk pimpinan FIFA dan kehilangan kepercayaan pada Infantino.
Baca juga:Krisis Kredibilitas FIFA: Jim Boyce Tuntut Gianni Infantino Kembali Prioritaskan Penggema
Kemudian, asosiasi sepak bola Wales (FAW) mengeluarkan pernyataan resmi untuk menarik dukungan mereka terhadap pencalonan Infantino pada Maret 2027.
Langkah asosiasi sepak bola Wales ini mengikuti apa yang dilakukan beberapa organisasi regional, seperti Asosiasi sepak bola Eropa (UEFA), Federasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), dan Federasi Sepak Bola Asia (AFC).
Padahal, Infantino sempat melaporkan bahwa dirinya didukung setidaknya 211 anggota FIFA untuk bisa terpilih kembali.
"Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) dengan ini mengonfirmasi penarikan dukungannya terhadap pencalonan Bapak Gianni Infantino untuk pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA periode 2027–2031," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Kegagalan dalam tata kelola yang baik, proses, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang tepat belakangan ini telah membuat Infantino kehilangan kepercayaan FAW untuk terus memimpin sepak bola dunia."
Baca juga:QFA Apresiasi Langkah FIFA Tarik Proposal Kontroversial FFE
"Kegagalan untuk mengutamakan kepentingan terbaik sepak bola adalah hal yang tidak dapat kami terima," imbuh FAW.
Sebelumnya, organisasi sepak bola Eropa (UEFA) mengungkap di publik bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan pada Infantino.
UEFA bahkan mendorong semua pihak untuk melakukan investigasi terhadap rencana tersebut dan melakukan refleksi soal kepemimpinan Infantino.
"Kita semua tidak bisa terus-menerus seperti ini dengan skema rahasia yang dipaksakan dalam tenggat waktu singkat, dirancang oleh pihak-pihak tak dikenal, dan yang manfaatnya bagi dunia sepak bola patut dipertanyakan," ungkap mereka.
"Kita harus mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan meminta pertanggungjawaban mereka."
"Sudah sepatutnya jika dalam beberapa hari dan minggu mendatang, UEFA bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi anggotanya serta menjalin kerja sama erat dengan konfederasi lain untuk mengevaluasi bagaimana hal ini bisa terjadi dan menyusun rencana guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali."
Baca juga:UEFA Tekan FIFA, Gianni Infantino Disebut Telah Ingkar Janji
"Evaluasi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan mendasar. Tidak boleh ada opsi yang dikesampingkan. Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya telah kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga kepercayaan banyak anggota lain dalam keluarga besar sepak bola," imbuh UEFA.