Sami Ouaissa pada Jumat lalu melakoni menit bermain pertamanya dalam pramusim bersama NEC saat menghadapi Sevilla. Pemain andalan klub Nijmegen itu belakangan ini dibekap cedera engkel, sementara sempat terdengar kabar bahwa ia memakai cederanya sebagai alasan untuk memaksakan transfer. Omong kosong belaka, tegas Ouaissa kepadaRN7 Sport.
Ouaissa memberi kontribusi besar terhadap kesuksesan NEC musim lalu. Dengan tujuh gol, satu assist, dan aksi-aksi kreatifnya, ia berkontribusi pada posisi ketiga bersejarah di Eredivisie. Berkat performa apiknya, pemain berkaki kiri berusia 21 tahun itu menarik minat dari antara lain PSV dan Feyenoord.
Ouaissa menunjukkan kelasnya pada Jumat lalu dalam laga uji coba yang berakhir kekalahan melawan Sevilla (1-2) dengan melepaskan penyelesaian indah setelah sebuah kombinasi. Namun, gelandang kanan itu tak mau tahu soal 'gol terakhirnya untuk NEC'. "Saya sempat cedera, dan masih sedikit juga, tetapi ada pertandingan penting yang akan datang."
Pada Selasa, NEC akan menghadapi Olympiakos dalam leg pertama babak kualifikasi ketiga Liga Champions. "Saya ingin membantu tim semaksimal mungkin dengan apa yang bisa saya lakukan. Saya berharap pada Selasa nanti saya sudah siap untuk itu," kata Ouaissa, yang kesal dengan keluhan pada engkelnya. "Ini menyebalkan, begitu juga momennya."
"Saya rasa tidak banyak orang yang percaya kepada saya, atau percaya dulu. Tapi ya, itu urusan mereka. Saya yang paling mengenal tubuh saya. Saya biasanya tidak gampang cedera, tetapi ini murni sial. Dan momennya juga murni sial." Pelatih Dick Schreuder pada Selasa nanti harus menentukan berapa menit bermain yang bisa dijalani Ouaissa di Stadion Georgios Karaiskakis, Piraeus.
"Pada satu titik saya mulai sangat jengkel," lanjut Ouaissa. "Saya berpikir:tidak perlu.Orang-orang yang benar-benar mengenal saya tahu bahwa saya tidak akan memalsukan cedera. Apa pun rencana saya, saya harus bugar. Mengapa saya tidak mau berlatih dan tidak bermain dalam pertandingan? Apalagi selama itu?"
"Tapi ya, orang boleh mengatakan apa pun yang mereka mau. Saya senang bisa kembali, dan meski masih dengan sedikit rasa sakit, saya tetap berusaha membantu tim," ujar Ouaissa. Kontrak pemain yang tiga kali memperkuat timnas Belanda U-21 itu di Stadion Goffert berjalan hingga pertengahan 2028.