Harry Kane memenangi Ballon d'Or 2026 di London usai mencetak 73 gol. Ia mengalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal. Berikut pidato lengkapnya.
Liputan6.com, Jakarta -Harry Kanedinobatkan sebagai penerimaBallon d'Or 2026pada seremoni di London, kota kelahirannya, mengakhiri penantian Inggris sejak Michael Owen pada 2001. Ia mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal dalam perebutan trofi tersebut, seperti dilaporkan Football360.
Penyerang Bayern Munchen itu melalui musim sensasional bersama klub dan Timnas Inggris, mencatat 73 gol dalam 65 penampilan. Pada usia 33 tahun, torehan itu menegaskan konsistensi dan dampaknya di kedua level.
Dalam pidato kemenangan yang emosional, Kane menaburkan ucapan terima kasih kepada banyak pihak sepanjang kariernya—mulai dari pelatih-pelatih masa awal di Tottenham Hotspur seperti Tim Sherwood dan Harry Redknapp, hingga keluarga dari pihak istrinya. Ia juga menyampaikan dukungan untuk Vincent Kompany, pelatih Bayern Munchen yang tengah memulihkan kondisi di rumah sakit setelah pingsan saat latihan pada pekan sebelumnya.
Berikut pidato lengkap Harry Kane saat menerima penghargaan Ballon d'Or 2026.
"Saya hampir tidak bisa berkata-kata. Untungnya, saya membawa daftar ini. Terima kasih kepada France Football dan Ballon d'Or yang telah menyelenggarakan acara luar biasa ini. Berada di London membuat semuanya terasa jauh lebih istimewa. Sepertinya ini pertanda baik bagi saya malam ini, jadi terima kasih banyak.
Terima kasih kepada semua orang yang telah memilih saya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya menentukan pilihan tahun ini, mengingat banyaknya pemain hebat yang menjadi pesaing saya. Beberapa di antaranya adalah rekan setim saya sendiri dan pemain kelas dunia yang hadir di ruangan ini malam ini.
Selamat kepada semua pemenang dan nominasi. Kalian menunjukkan apa yang bisa dicapai melalui tekad dan kerja keras. Selamat untuk semuanya.
Kepada rekan-rekan setim saya di Bayern Munchen, beberapa di antaranya hadir malam ini, Michael, Upa, Lucho, dan Lenny, penghargaan ini tidak mungkin saya raih tanpa kalian dan seluruh anggota tim.
Cara kalian mendorong saya untuk terus berkembang dan bagaimana kami saling bersaing membuat saya menjadi pemain yang lebih baik. Saya dan Upa bahkan selalu beradu kemampuan setiap pekan saat latihan. Semua itu membuat saya ingin terus meningkatkan kualitas diri. Jadi, terima kasih banyak.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Kepada Vinny, saya tahu dia sedang berada di rumah, atau mungkin masih di rumah sakit. Saya mendoakan agar dia segera pulih. Semoga penghargaan ini bisa memberinya sedikit tambahan semangat. Kepada seluruh staf, cara kalian menjalankan latihan dan mendorong kami untuk terus berkembang patut mendapat apresiasi. Sejak bekerja bersama kalian, kemampuan saya sebagai pemain meningkat. Saya juga berkembang sebagai pribadi dan pemimpin. Semua itu tidak terlepas dari kepemimpinan kalian. Kepada Jan, Herbert, serta seluruh jajaran pimpinan dan presiden Bayern Munchen, saya tahu beberapa dari kalian akan hadir malam ini. Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain untuk Bayern Munchen. Mewakili klub ini adalah sebuah keistimewaan, dan saya senang bisa membawa trofi ini kembali ke Bayern Munchen. Kepada seluruh rekan saya di Timnas Inggris, kami menjalani tahun yang istimewa. Memang bukan tahun yang sempurna, tetapi ada banyak momen bagus yang kami lalui. Kami membangun ikatan yang kuat, baik saat berlatih, bermain, maupun ketika menghabiskan waktu bersama di hotel selama Piala Dunia. Menjadi kapten dan memimpin kalian benar-benar sebuah kehormatan. Saya sangat bangga dengan tanggung jawab tersebut. Trofi ini juga menjadi milik kita semua. Kepada Thomas Tuchel dan seluruh staf Timnas Inggris, kepemimpinan kalian, cara kalian mengarahkan kami, serta standar tinggi yang terus kalian terapkan merupakan sesuatu yang patut dihargai. Menjadi bagian dari tim yang kalian pimpin dan mengenakan lambang Inggris adalah sebuah kehormatan. Saya tahu Debbie juga hadir malam ini. Debbie, terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan. Menjadi kapten tim ini benar-benar sebuah kehormatan bagi saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Tottenham Hotspur. Saya tidak akan berada di posisi sekarang tanpa Tottenham. Saya bergabung dengan klub itu ketika berusia 11 tahun. Bimbingan yang saya terima dan semua pelatih yang membantu saya memberi kesempatan untuk mewujudkan impian. Seluruh perjalanan bersama Tottenham, dengan berbagai momen menyenangkan maupun sulit, telah membawa saya sampai ke titik ini. Jadi, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tottenham Hotspur. Kepada seluruh suporter Bayern Munchen, Timnas Inggris, Tottenham, dan semua penggemar saya di seluruh dunia, termasuk mereka yang hadir di ruangan ini malam ini, saya sangat menghargai dukungan yang kalian berikan. Dukungan itu saya rasakan di stadion, di berbagai tempat, dan melalui media sosial. Saya menghargai semuanya. Saya ingat, belum terlalu lama berselang, saya masih menjadi seorang penggemar sepak bola. Saya tahu betapa berartinya bisa bermain sepak bola karena itu memang impian saya. Karena itu, setiap kali saya memiliki kesempatan untuk memberikan sesuatu kembali kepada kalian, hal tersebut menjadi kehormatan dan keistimewaan bagi saya. Saya juga ingin menyebut beberapa pelatih yang telah membantu perjalanan karier saya. Saya benar-benar minta maaf jika ada nama yang terlewat, tetapi saya akan mulai dari masa-masa awal. Bradley Adams, Chris Ramsey, John McDermott yang hadir malam ini, Alex Inglethorpe, Tim Sherwood, Ryan Mason yang juga hadir malam ini dan merupakan salah satu sahabat terbaik saya, Kenny Jackett, Russell Slade, Harry Redknapp, Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, Antonio Conte, kemudian Roy Hodgson dan Gareth Southgate, serta tentu saja dua pelatih saya saat ini dan sebelumnya, Vinnie dan Thomas. Kalian semua memainkan peran besar dalam perkembangan saya, masing-masing pada tahap kehidupan yang berbeda. Tanpa satu pun dari kalian, saya tidak akan berdiri di sini hari ini. Saya belajar banyak dari kalian. Ketika dikelilingi orang-orang hebat dan pelatih terbaik, kita bisa berkembang, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemain. Sekarang, saya ingin menyampaikan terima kasih yang lebih personal. Dr. Alejandro Elorriaga Claraco, semoga saya mengucapkan nama Anda dengan benar. Anda hadir malam ini. Kita sudah bekerja bersama selama hampir tujuh tahun. Kami mulai bekerja sama setelah saya mengalami cedera hamstring yang hampir membuat otot tersebut terlepas sepenuhnya dari tulang. Saat itu, kehadiran Anda menjadi titik terang dalam hidup saya. Sejak awal bekerja bersama, saya melihat komitmen dan usaha yang Anda berikan di balik layar, termasuk saat menangani saya di meja perawatan. Tidak banyak orang yang melihat semua itu. Anda bahkan meluangkan waktu yang seharusnya bisa dihabiskan bersama keluarga demi pekerjaan kita. Persahabatan yang terjalin di antara kita juga sangat berarti. Bekerja bersama Anda benar-benar sebuah kehormatan. Terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan. Kepada Teddy, Gary, dan Tom, orang tua serta saudara laki-laki istri saya, terima kasih banyak. Saya tahu betapa besar dukungan yang kalian berikan. Kita menjalani berbagai emosi ini bersama-sama. Sejak pertama kali datang ke rumah kalian pada usia 18 tahun, kalian sudah membuat saya merasa menjadi bagian dari keluarga. Dukungan kalian di luar lapangan memungkinkan saya tampil dan memberikan yang terbaik. Terima kasih banyak. Kakak saya, Charlie, juga hadir malam ini. Rasanya baru kemarin kami bermain sepak bola di taman rumah dan lapangan dekat rumah, sekaligus menonton pertandingan dan membicarakan sepak bola. Saya tahu kamu sering mengatakan bahwa sebagian besar kemampuan sepak bola saya berasal darimu. Jadi, terima kasih banyak. Saya sangat menghargainya. Mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari seorang kakak laki-laki memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Kamu bepergian untuk menonton pertandingan saya dan meluangkan waktu yang seharusnya bisa dihabiskan bersama keluarga demi mendukung saya. Terima kasih. Ayah dan ibu juga selalu ada untuk saya. Ini merupakan momen yang luar biasa setelah perjalanan panjang selama bertahun-tahun. Kalian selalu memberikan dukungan, mengantar saya berlatih, dan datang menyaksikan pertandingan saya di berbagai tempat di Inggris maupun Jerman. Di mana pun saya bermain, kalian selalu berusaha hadir. Bahkan sampai sekarang, kalian tidak pernah memberikan tekanan agar saya harus menjadi pesepak bola. Bagi kalian, yang terpenting adalah bekerja keras dan terus berkembang. Nilai-nilai yang kalian tanamkan itulah yang membantu saya meraih keberhasilan dan berdiri di sini malam ini. Jadi, ya, saya mencintai kalian. Terima kasih banyak. Maaf, masih ada beberapa orang lagi yang ingin saya sebutkan. Saya juga ingin menyapa anak-anak saya yang sedang menonton di rumah. Sekarang pasti sudah melewati waktu tidur kalian, terlebih acara ini berlangsung lebih lama daripada yang kami perkirakan. Untuk Ivy, Vivian, Louis, dan Henry, kalian adalah alasan saya melakukan semua ini. Saya rasa kalian belum sepenuhnya memahami arti membawa pulang trofi ini. Saya akan membawa pulang beberapa trofi lainnya, tetapi yang satu ini sangat istimewa. Saya tidak sabar bertemu kalian dan merayakannya bersama. Saya ingin menjadi contoh yang baik, bukan hanya sebagai ayah, tetapi juga sebagai seorang profesional. Saya ingin menunjukkan arti bekerja keras dan percaya kepada diri sendiri. Jadi, saya sangat mencintai kalian. Kepada istri saya, Katie, sahabat terbaik saya. Kita sudah melewati banyak masa sulit dan menyenangkan bersama. Kamu selalu menjadi pendukung terbesar saya. Bahkan, saya merasa kamu menginginkan penghargaan ini lebih besar daripada saya sendiri. Penantian untuk mengetahui hasilnya terasa begitu menegangkan bagi kita. Saya tahu betapa beratnya masa menunggu itu bagimu. Dan sekarang, akhirnya kita berhasil meraihnya. Kamu selalu menginginkan yang terbaik bagi saya dan rela berkorban demi membantu saya mewujudkan impian. Saya tahu impian tersebut juga merupakan impianmu. Tanpamu, semua ini tidak mungkin terjadi. Trofi ini adalah sesuatu yang kita rayakan bersama, bukan hanya milik saya. Ini milik saya dan kamu, serta seluruh keluarga dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung kita. Jadi, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Saya mencintai Anda. Saya tidak sabar menikmati momen ini dan merayakannya malam ini. Terakhir, saya ingin menyampaikan pesan kepada setiap anak laki-laki maupun perempuan yang ingin mewujudkan impiannya. Semua hal mungkin dicapai melalui kerja keras, bahkan ketika tidak ada orang lain yang melihat. Kita harus mampu melewati masa-masa sulit dan menyenangkan, sekaligus belajar melalui ketangguhan, tekad, serta keyakinan terhadap diri sendiri. Seperti yang sudah saya katakan, tidak ada yang mustahil. Perjalanan saya tidak berjalan mulus. Saya bukan anak yang langsung melesat ke puncak. Saya harus mengalami berbagai masa sulit dan menjalani banyak masa peminjaman ke klub lain sebelum akhirnya menemukan jalan untuk menjadi pemain terbaik seperti sekarang. Saya berharap perjalanan saya juga bisa memberikan inspirasi kepada kalian. Jadi, terima kasih."