Suara.com -PenundaanPiala Asia 2027hingga akhir 2027 atau awal 2028 disambut positif oleh publikChinadan Indonesia.
Di tengah kekecewaan sejumlah negara peserta, kedua tim melihat perubahan jadwal ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki performa dan mematangkan persiapan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 3 November 2026 mengumumkan Piala Asia 2027 di Arab Saudi ditunda dari Januari-Februari 2027 menjadi akhir 2027 hingga awal 2028.
Keputusan tersebut diambil karena situasi di Timur Tengah yang belum stabil.
Perubahan jadwal itu membuat persiapan sejumlah tim harus disesuaikan. Namun, China danTimnas Indonesiamenilai tambahan waktu dapat menjadi keuntungan tersendiri.
China Punya Waktu untuk Berbenah
Media China, Oriental Sports, menyebut penundaan tersebut sebagai “kesempatan langka dan berharga” bagi pelatih Shao Jiayi untuk membenahi tim nasional.
Timnas China sebelumnya mencatat hasil mengecewakan dalam turnamen persahabatan di Chongqing pada awal Oktober.
Setelah menang atas Maladewa, mereka kalah dari Selandia Baru, Palestina, dan Tajikistan, serta kebobolan total sembilan gol dalam empat pertandingan.
China bahkan gagal mencetak gol dalam tiga kekalahan beruntun. Hasil itu memperlihatkan sejumlah persoalan dalam organisasi permainan, taktik, dan pertahanan mereka.
Menurut Oriental Sports, dua laga persahabatan melawan Malaysia dan Bahrain pada November semula menjadi kesempatan terakhir Shao Jiayi untuk menentukan komposisi skuad Piala Asia.
Dengan mundurnya turnamen, sang pelatih kini memiliki waktu lebih panjang untuk menguji taktik, memantau pemain, dan membangun kekompakan tim.
Beijing Youth Daily juga menilai penundaan memberi China waktu untuk memperbaiki kekurangan.
Jurnalis Sports Daily, Ma Dexing, menyebut tambahan waktu dapat membantu Shao membangun sistem permainan yang lebih stabil sekaligus memberi ruang bagi pemain kelahiran 2003-2004 untuk berkembang.
Hadiah Buat Timnas Indonesia