Direktur penjualan dan pemasaran Bayern Munich, Rouven Kasper, meyakini daya tarik global laga unggulan Jerman antara Bayern dan Borussia Dortmund kini menyaingi duel tersohor Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona. Kedua raksasa Bundesliga itu akan bertemu di Allianz Arena pada Sabtu malam, sama-sama mengoleksi 17 poin di puncak klasemen.
Kasper menempatkan pertemuan kompetitif ke-141 antara dua klub terbesar Jerman sejajar dengan rivalitas terbesar sepakbola Spanyol dari sisi komersial. Laga Sabtu mempertemukan dua tim yang belum terkalahkan di Bundesliga 2026-27. Keduanya sama-sama mencatat lima kemenangan dan dua hasil imbang dari tujuh pertandingan. Persaingan memperebutkan gelar itu semakin meningkatkan minat internasional terhadap pertandingan yang paling sering dimainkan dalam sepakbola profesional Jerman.
Bayern lebih unggul dalam pertemuan-pertemuan terakhir. Mereka hanya kalah sekali dalam 17 laga terakhir melawan Dortmund di semua kompetisi dan memenangi kedua pertemuan liga dengan rivalnya musim lalu. Dengan kedua tim kini bersaing ketat di puncak klasemen, para petinggi klub ingin memanfaatkan profil internasional laga ini yang terus meningkat.
Seperti dikutipBulinews, Kasper mengatakan: "Bagi kami [di Bayern Munich], ini bukan sekadar Bayern melawan Dortmund. Kami benar-benar berupaya membangun merek seputar Der Klassiker. Ada El Classico [FC Barcelona melawan Real Madrid di La Liga], yang sudah dikenal semua orang selama puluhan tahun, dan kami sama kuatnya dengan El Classico.
"Ini pertandingan terbesar musim ini dan kami memainkannya dua kali dalam semusim. Namun, Anda juga bisa melihat bahwa laga ini tidak hanya besar di Jerman [sebagai pertandingan yang populer], tetapi juga di tingkat internasional.
"Jumlah penontonnya dua kali lipat dibandingkan pertandingan utama Bundesliga pada umumnya [pada Sabtu malam]. Jadi, perhatian terhadap pertandingan ini sangat besar karena dua tim terkuat saling berhadapan."
Laga Sabtu mempertemukan tim dengan serangan paling produktif di liga dan tim dengan pertahanan paling kokoh. Bayern memimpin liga dengan 25 gol, 18 di antaranya tercipta dalam tiga pertandingan kandang pertama mereka. Sementara itu, Dortmund baru kebobolan empat gol, paling sedikit di liga, dan mencatat lima pertandingan tanpa kebobolan dalam tujuh laga.
Menyoroti bagaimana gaya bermain kedua tim menarik minat penyiar di seluruh dunia, Kasper menambahkan: "Hal ini juga terasa pada jumlah penonton internasional. Pertandingan ini akan disiarkan di lebih dari 200 negara, dan itu penting bagi kami karena mereka bisa melihat sepakbola dengan [gaya] yang sangat aktif ini.
"Bundesliga dikenal dengan [gaya] ini dan kami, sebagai Bundesliga, berfokus pada hal tersebut. Kami gencar mempromosikannya melalui kampanye Der Klassiker di seluruh dunia. Kami juga melakukannya bersama mitra penyiaran."
Setelah diistirahatkan saat Bayern menang 6-1 atas Magdeburg di DFB-Pokal pada Rabu, penyerang Bayern Harry Kane kembali pada Sabtu untuk menjalani pertandingan pertamanya sejak memenangi Ballon d'Or pada Senin. Pelatih kepala Vincent Kompany masih akan absen dari tepi lapangan karena menjalani pemulihan di rumah setelah keluar dari rumah sakit pada pertengahan pekan. Kemenangan di Munich akan membuat salah satu dari dua tim yang belum terkalahkan itu menguasai puncak klasemen Bundesliga sendirian.
Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.
Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.
Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.
Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:
XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)
Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.