Peter Schmeichel melontarkan pujian setinggi langit kepada Youri Tielemans setelah gelandang itu menginspirasi kebangkitan dramatis melawan Roma di Old Trafford dalam ajang Liga Champions. Legenda Manchester United itu menilai kemenangan mendebarkan tersebut bisa menjadi titik balik penting bagi manajer Michael Carrick.
United terhindar dari kekalahan keempat beruntun setelah mencatatkan kemenangan spektakuler 3-2 atas Roma lewat kebangkitan di Liga Champions. Tim asuhan Carrick tampak akan kembali menelan kekalahan yang merugikan sebelum bangkit pada pengujung laga di Old Trafford.
Matias Soule membawa tim tamu unggul sebelum laga memasuki menit ke-12. Donyell Malen kemudian menggandakan keunggulan lewat titik penalti setelah Ayden Heaven menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti.
Bruno Fernandes mencetak gol dari penalti yang harus diulang untuk membuka peluang tuan rumah sesaat sebelum menit ke-60. Matheus Cunha kemudian mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk menyelamatkan kemenangan penting bagi sang manajer yang tengah mendapat tekanan.
Mantan kiper Schmeichel mengakui dirinya sangat sedih menyaksikan penampilan buruk pada babak pertama. Namun, ia memuji rekrutan musim panas Tielemans yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan setelah menggantikan Carlos Baleba yang cedera.
“Sudah saatnya kami melakukan sesuatu seperti ini,” kata Schmeichel kepadaCBS Sports. “Manchester United dulu berkali-kali melakukan hal semacam itu, tetapi sudah lama sekali. Saat jeda, saya sangat sedih melihat apa yang terjadi dalam 45 menit pertama karena penampilannya buruk, benar-benar buruk. Lalu Carlos Baleba keluar karena cedera pada awal babak kedua dan Anda berpikir, keadaan tak mungkin lebih buruk lagi.
“Namun, Youri Tielemans masuk dan mengubah jalannya pertandingan. Itu penampilan terbaiknya yang pernah saya lihat untuk Man United dan saya sangat senang untuknya. Ia masuk ke lini tengah, mendorong tim maju dan menjadi pemimpin. Sungguh luar biasa melihatnya.”
Kebangkitan luar biasa itu mengingatkan pada malam-malam besar di Eropa yang menjadi ciri United semasa Schmeichel masih bermain. Para pemain tuan rumah dicemooh saat meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama, ketika awal musim terburuk mereka sejak dekade 1980-an mengancam menyeret mereka ke dalam krisis yang lebih dalam. Schmeichel yakin kemenangan dramatis ini bisa menjadi titik balik untuk sisa musim.
“Bagi saya, ini bisa menjadi titik balik yang besar,” tambahnya. “Para pemain itu kini telah merasakan bagaimana rasanya menjadi pemain Manchester United dan tampil dalam malam-malam besar di Eropa seperti ini. Bangkit dari ketertinggalan 2-0, inilah yang telah United lakukan selama bertahun-tahun. Saya sangat, sangat senang untuk Michael Carrick karena ia membutuhkan kemenangan ini.”
Kemenangan yang diraih dengan susah payah ini memberi Carrick dorongan besar dan mengangkat Manchester United ke posisi ke-17 klasemen Liga Champions. Sementara itu, kekalahan menyakitkan tersebut membuat Roma turun ke posisi ke-19 setelah empat putaran pertandingan.
United kini harus memanfaatkan momentum ini saat kembali berlaga di Liga Primer akhir pekan ini. Tim asuhan Carrick menghadapi ujian berat melawan Aston Villa pada Minggu.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global