Shin Tae-yong mengecam penyerangan terhadap bus Persib U-18 dan Jakmania di jalan tol.
Pelatih Persija menuntut sanksi tegas dari manajemen klub serta hukuman pidana dari kepolisian.
Insiden pelemparan batu di Tol Batang dan Palikanci menyoroti kelemahan pengamanan rute suporter.
Suara.com -PelatihPersijaJakarta,Shin Tae-yong, mengecam aksi kekerasan yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter TheJakmaniaCikampek. Ia menegaskan bahwa tindakan penyerangan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak tegas.
Pernyataan tersebut disampaikan pelatih asal Korea Selatan itu di sela-sela latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10/2026).
"Menurut saya, kejadian seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi. Saya sangat menentang tindakan semacam itu, 100 persen," ujar Shin Tae-yong kepada awak media.
Ia juga menekankan bahwa klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan teguran dan mengambil langkah tegas apabila suporternya terlibat dalam tindakan kekerasan.
"Apabila kejadian seperti itu terjadi, pihak klub memang harus memberikan peringatan dan tuntutan yang tegas kepada para suporternya," imbuhnya.
Insiden pertama menimpa rombongan Persib Bandung U-18. Bus yang membawa para pemain tersebut dilaporkan diserang oleh oknum suporter Persija, The Jakmania, di rest area Tol Batang-Semarang KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan pemain dan anggota rombongan yang sedang melakukan perjalanan.
Kekerasan semacam ini tidak hanya merugikan pihak yang menjadi sasaran, tetapi juga mencoreng sepak bola Indonesia.
Insiden serupa dialami rombongan The Jakmania Cikampek. Bus yang ditumpangi para suporter tersebut dilaporkan menjadi sasaran pelemparan batu dan benda berbahaya lainnya oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi di Tol Palikanci KM 200, wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Dua kejadian tersebut kembali menyoroti persoalan keamanan dalam sepak bola Indonesia.
Rivalitas antarsuporter semestinya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain, baik pemain, ofisial, maupun suporter.
Menanggapi kedua insiden tersebut, Shin Tae-yong meminta pihak berwenang mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penyerangan.
Menurutnya, tindakan kekerasan tidak cukup hanya disikapi dengan teguran. Pelaku harus mendapatkan hukuman yang sesuai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Namun, menurut saya, pihak berwenang juga harus mengambil tindakan tegas. Orang-orang yang melakukan tindakan tersebut harus mendapatkan hukuman berat," ucap Shin Tae-yong.