Persib Tatap Grup Neraka di ACL 2, Kualitas Lawan Hingga Cuaca Jadi Tantangan

Persib Tatap Grup Neraka di ACL 2, Kualitas Lawan Hingga Cuaca Jadi Tantangan

KOMPAS.com -Persib Bandung di ambang masuk grup neraka AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027 jika mampu menang pada babak play off menghadapi Manila Digger.

KOMPAS.com -Persib Bandung di ambang masuk grup neraka AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027 jika mampu menang pada babak play off menghadapi Manila Digger.

PertandinganPersib Bandungvs Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (31/8/2026) akan menentukan satu slot terakhir yang akan berlaga diACL 2.

Jika menang, Persib Bandung akan tergabung di Grup E bersamaFC Seoul,Melbourne Victory, dan The ChongViettel.

Pengamat sepak bola nasional Ibam Hariri memberikan penilaian perihal peluang Persib di ACL 2 jika bersaing dengan tiga tim tangguh di grup E.

Baca juga:Persib Berpotensi Masuk Grup Neraka di ACL 2, Pengamat Minta Realistis

Menurutnya, grup ini menjadi yang terberat dalam kurun waktu dua musim terakhir bagi Persib Bandung.

"Calon-calon lawan yang akan dihadapi Persib jika lolos ke fase grup berkali-kali lipat lebih bagus dibandingkan dua musim terakhir saat bermain di ACL 2," kata Ibam Hariri kepada KOMPAS.com melalui rekaman suara, Sabtu (22/8/2026).

Bagi Ibam, tiga calon lawan Persib unggul pengalaman di kompetisi Asia sehingga tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga:Persib Hadapi 4 Kompetisi Musim 2026-2027, Tantangan Besar Igor Tolic

"Dari segi pengalaman, FC Seoul memiliki catatan cukup bagus di kompetisi Asia. Mereka tercatat dua kali menjadi finalis."

"Sementara itu, Melbourne Victory sudah delapan kali tampil di Liga Champions Asia sejak Australia bergabung dengan konfederasi AFC. Kompetisi tersebut kini berkembang menjadi ACL Elite."

"Kemudian ada The Cong Viettel dari Vietnam. Meski terakhir kali tampil pada musim 2022, mereka setidaknya pernah merasakan persaingan di ACL Elite," tambahnya.

Baca juga:Pemain Timnas dan Jebolan Liga Thailand Bantu Adaptasi Sandy Walsh di Persib

Salah satu alasan mengapa Persib tak akan mudah bersaing dengan tiga calon lawannya karena karakter bermain yang selalu menyulitkan klub maupun timnas Indonesia.

"Kalau kita ngomongin karakter bermain, tiga-tiganya adalah karakter bermain yang sangat sulit untuk bisa dihentikan oleh tim-tim asal Indonesia ataupun oleh tim asal Indonesia."

"Ketika Indonesia menghadapi Korea, Vietnam, ataupun Australia, tiga negara dengan karakteristik bola yang memang sangat menyulitkan," ungkap Ibam.

Lebih lanjut, Ibam mencoba menganalisis beberapa keunggulan dari masing-masing tim yang wajib diperhatikan oleh skuad Maung Bandung.

Baca juga:Laga Play off ACL 2 Persib Vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat

"Media Korea mengatakan FC Seoul memiliki transisi cepat. mereka saat ini menjadi pemuncak K League."