Persib Bandung membangun pola yang sangat luar biasa di AFC Champions League Two dengan mencatatkan comeback tandang dramatis pada Matchday 4 selama tiga musim berturut-turut. Hasil manis di akhir laga melawan Lion City Sailors, Selangor FC, dan Melbourne Victory makin mengukuhkan reputasi mereka sebagai spesialis comeback di Asia.
Klub raksasa Indonesia Persib Bandung mengukir sejarah unik di sepak bola Asia setelah menyelesaikancomebacktandang dramatis pada Matchday 4 AFC Champions League Two selama tiga musim berturut-turut. Babak terbaru mencatat keberhasilan Maung Bandung bangkit dari tertinggal untuk menundukkan wakil Australia Melbourne Victory 2-1 di Melbourne Rectangular Stadium.
Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Persib di Grup E dengan 12 poin sekaligus memastikan tiket kelolosan lebih awal ke babakknockout.
Menariknya, kemenangan dramatis di menit-menit akhir ini mengulang skenario pembalik keadaan yang identik pada laga tandang dimatchdayyang sama pada 2024 dan 2025.
Trilogi luar biasa ini bermula pada November 2024 di Jalan Besar Stadium, saat Persib menciptakan keajaiban nyata di Singapura usai tertinggal 2-0 dari Lion City Sailors lewat gol cepat Shawal Anuar (9') dan Maxime Lestienne (23'). Wakil Indonesia menolak menyerah dan melancarkan gempuran mematikan di akhir laga untuk membalikkan keadaan.
David da Silva memicu kebangkitan lewat sundulan gol pertama di menit ke-81 sebelum Mateo Kocijan menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak jauh spektakuler di menit ke-85.
Tyronne del Pino kemudian mencetak gol penentucomebackdi masainjury time(90+3') memanfaatkan umpan Nick Kuipers untuk mengamankan kemenangan 3-2 yang sulit dipercaya.
Setahun berselang pada November 2025, tim asuhan Bojan Hodak kembali menyajikan drama akhir laga di MBPJ Stadium melawan wakil Malaysia Selangor FC setelah tertinggal 2-0 dalam 17 menit pertama akibat gol pembuka Chrigor Moraes (3') dan gol bunuh diri Patricio Matricardi (17'). Andrew Jung mengawali kebangkitan dengan menipiskan jarak pada menit ke-48 (48').
'Super-sub' Adam Alis kemudian mengubah jalannya laga secara total usai masuk dari bangku cadangan, mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-81 (81') untuk membuat Persib imbang.
Di masainjury time(90+1'), pahlawan kemenangan Adam Alis memberikan tekanan tinggi kepada kiper Selangor Sikh Izhan, yang sapuan bolanya mengenai badan sang gelandang sebelum memantul masuk ke gawang untuk mengunci kemenangancomeback3-2 lainnya.
Kini di bawah arahan Igor Tolic, Persib mengunci sihir Matchday 4 mereka dan menjaga rekor sempurna pada laga keempat grup meski sempat tertinggal di menit ke-71 (71') saat kesalahan kiper Fitrah Maulana dimanfaatkan Brendan Hamill hingga menyebabkan bek Julio Cesar membelokkan bola ke gawang sendiri. Namun, seperti yang dituturkan komentator di akhir laga, kesalahan kiper muda tersebut langsung termaafkan berkat pergantian pemain jitu dari Tolic.
Dua 'game-changer' dari bangku cadangan, Ragnar Oratmangoen dan Mariano Peralta, membalikkan situasi secara dramatis setelah masuk saat tim dalam posisi tertinggal.
Oratmangoen membongkar pertahanan tuan rumah untuk memberi umpan gol penyama kedudukan Luka Menalo pada menit ke-85 (85'), sebelum Peralta menyisir sisi kiri lima menit kemudian untuk mengirim umpan silang yang diselesaikan Balsa Sekulic menjadi gol penentu di menit akhir (90'), memastikan langkah Persib melaju mulus ke babakknockout.
Ditulis olehAlvino Hanafi
Seorang jurnalis olahraga dengan pengalaman hampir satu dekade, memulai perjalanan profesionalnya di Tabloid BOLA yang legendaris di Indonesia dari tahun 2017 hingga edisi cetak terakhirnya pada Desember 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan GOAL, berkontribusi sebagai penulis lepas untuk FIFA, serta bekerja di departemen media Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Bersamaan dengan karier jurnalistiknya, ia juga aktif sebagai komentatorplay-by-playsiaran langsung sepak bola Indonesia sejak tahun 2017. Meraih gelar sarjana Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.