KOMPAS.com– Laga Persebaya Surabaya melawan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam, bukan hanya menjadi penentuan nasib kedua tim di Grup B Piala Presiden 2026.
Pertandingan ini juga menghadirkan kisah emosional bagi pemainPort FCBruno Moreirayang untuk pertama kalinya kembali ke Surabaya sebagai lawan.
Apalagi namanya masih memiliki tempat istimewa di hati suporterPersebaya,Bonekdan Bonita.
Baca juga:Persebaya Vs Port FC, Bruno Moreira Jadi Tanda Tanya
Selama beberapa musim lalu, Bruno Moreira menjadi salah satu pemain yang dicintai suporter Persebaya. Bahkan, ia sempat dipercaya mengenakan ban kapten dan menjadi sosok penting tim beralias Bajul Ijo.
Namun, kedatangannya kali ini membawa misi yang berbeda. Ia datang bukan untuk bernostalgia, melainkan mengemban tanggung jawab membantu Port FC meraih kemenangan demi menjaga peluang lolos ke babak semifinalPiala Presiden 2026.
Di sisi lain, Persebaya juga mengincar hasil maksimal untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup B.
Situasi itu membuat duel di Gelora Bung Tomo dipastikan berlangsung sengit sekaligus sarat emosi bagi sang mantan kapten Persebaya.
Meski memiliki ikatan kuat dengan Persebaya dan suporternya, Bruno menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas. Baginya, setiap pertandingan memiliki arti yang sama dan target Port FC hanya satu, yakni meraih tiga poin.
Baca juga:Kata Pelatih Arema FC soal Potensi Hadapi Persebaya di Semifinal Piala Presiden
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, pentingnya pertandingan ini sama seperti pertandingan lainnya, memiliki tingkat kepentingan yang sama."
"Kami semua akan datang ke sini untuk memberikan yang terbaik, untuk mendapatkan tiga poin dan mencoba melaju ke babak berikutnya, itulah mentalitas kami di sini," tutur pemain asal Brasil itu.
Bruno Moreira tidak memungkiri ada perasaan spesial saat kembali menginjak stadion yang berada di kawasanBenowo itu, yang pernah menjadi rumahnya.
Sang pemain asal Brasil menyimpan banyak kenangan indah bersama Persebaya. Tetapi, ia belum tentu diturunkan sejak awal laga.
Keputusan apakah Bruno akan tampil sejak menit pertama atau memulai pertandingan dari bangku cadangan sepenuhnya berada di tangan pelatih Port FC, Sarawut Treephan.
Dengan kondisi fisiknya yang masih terus dipantau usai menjalani masa pemulihan, Bruno memilih menghormati keputusan tim pelatih mengenai perannya pada pertandingan nanti.
"Ya, akan menjadi sebuah kebahagiaan bisa bermain melawan Persebaya di depan Bonek dan Bonita."