KOMPAS.com- Persebaya Surabaya menutup babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 dengan hasil sempurna setelah menaklukkan Port FC 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam.
Kemenangan tersebut memastikanPersebayamelaju ke semifinal Piala Preside 2026 sebagai pemuncak grup dengan perolehan sembilan poin dari tiga laga yang telah dijalani.
Di balik hasil positif itu, pelatihBernardo Tavaresmemilih merespons kemenangan dengan kepala dingin.
Baginya, hasil akhir memang penting, tetapi bukan menjadi fokus utama selama turnamen pramusim.
Baca juga:Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026: Sajikan Persib Vs Persija dan Persebaya Vs Arema FC
Ia menegaskan tim tidak pernah berpikir untuk "memulangkan" juara bertahanPort FCataupun menjadikan kemenangan tersebut sebagai pencapaian besar.
"Kami hanya memenangkan pertandingan. Kami tidak memikirkan tentang hal tersebut. Ini adalah pramusim, jangan lupakan itu," kata pelatih asal Portugal itu.
"Saya pikir kami bermai bagus. Tentu ada banyak hal yang kami lakukan dengan baik, tapi juga ada hal-hal yang perlu kami ubah jika ingin menjadi tim lebih baik," imbuhnya.
Pertandingan berlangsung menarik sejak menit awal.
Port FC sempat tampil lebih dominan dan membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-29 melalui Issam Al Sabhi yang memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Bordin Phala.
Persebaya tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Miguel Pereira berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-39 setelah memanfaatkan umpan Koko Ari sehingga babak pertama berakhir imbang 1-1.
Baca juga:Klasemen Grup B Piala Presiden 2026: Persebaya dan Persija Tembus Semifinal
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares langsung melakukan perubahan besar dengan memasukkan enam pemain sekaligus, yakni Alex Martins, Francisco Rivera, Ramadhan Sananta, Ernando Ari, Walber Motta, dan Yusuf Meilana.
Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil. Baru dua menit babak kedua berjalan, Alex Martins sukses mencetak gol melalui sentuhan pertamanya setelah menerima umpan silang Francisco Rivera dan menjadi penentu kemenangan Persebaya.
Situasi semakin menguntungkan tuan rumah setelah pemain Port FC Bruno Moreira menerima kartu merah pada menit ke-61.
Bermain dengan keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.